Dali Ghazalay, Regional Director, Southeast Asia, USDEC.
Dali Ghazalay, Regional Director, Southeast Asia, USDEC.

Produksi Naik 26% tapi Emisi Turun 13%, Industri Susu Global Buktikan Peternakan Berkelanjutan Bukan Mustahil

Mohamad Mamduh • 15 September 2026 16:18
Ringkasnya gini..
  • Data industri peternakan global mencatat adanya fenomena decoupling atau pemisahan nyata antara pertumbuhan volume produksi dan jejak karbon.
  • Praktik peternakan rendah emisi di tingkat global ini menjadi tolok ukur penting bagi pelaku industri manufaktur di Tanah Air.
  • Sepanjang periode 2007 hingga 2020, produksi susu di Amerika Serikat tercatat melonjak sebesar 26 persen.
Jakarta: Sektor peternakan kerap dituding sebagai salah satu kontributor utama emisi gas rumah kaca di tengah ancaman krisis iklim global. Namun, transformasi teknologi dan efisiensi tata kelola di industri peternakan sapi perah modern membuktikan bahwa peningkatan produktivitas pangan hewani tidak selalu harus mengorbankan kelestarian lingkungan.

Data industri peternakan global mencatat adanya fenomena decoupling atau pemisahan nyata antara pertumbuhan volume produksi dan jejak karbon. Sepanjang periode 2007 hingga 2020, produksi susu di Amerika Serikat tercatat melonjak sebesar 26 persen. Di saat yang bersamaan, emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari rantai produksinya justru berhasil ditekan turun hingga 13 persen.

Regional Director U.S. Dairy Export Council (USDEC) Southeast Asia, Dali Ghazalay, mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari komitmen pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan serta adopsi sains peternakan presisi di tingkat hulu. Hal ini ia sampaikan dalam seminar U.S. Dairy Ingredients Supply & Innovation di Jakarta, Senin, 14 September 2026.

"Bagi peternak, pengelolaan lingkungan adalah sebuah perjalanan perbaikan yang berkelanjutan (continuous improvement). Intinya bermula dari hulu: rawat sapi dengan baik, kelola peternakan secara efisien, serta investasikan nutrisi dan teknologi kandang yang tepat. Sapi yang sehat dan terawat (happy cows) akan memproduksi susu lebih banyak secara efisien," ujar Dali.

Penyokong Rantai Pasok Asia Tenggara

Dali memaparkan, efisiensi peternakan berkelanjutan tersebut kini menopang rantai pasok pangan dunia dalam skala masif. Pada 2025, satu dari setiap enam truk tangki susu yang keluar dari peternakan AS dialokasikan untuk pasar ekspor global, atau setara dengan 17 juta metrik ton susu. Dari volume tersebut, sebanyak satu dari 33 tangki berlayar menuju Asia Tenggara. Angka ini setara dengan 3 juta metrik ton susu yang dihasilkan dari sekitar 273 ribu ekor sapi perah. Pasokan ini sebagian besar didistribusikan dalam bentuk bahan baku kering (dairy ingredients)—seperti whey protein, laktosa, hingga susu bubuk—yang menjadi bahan esensial bagi industri pengolahan pangan di kawasan regional, termasuk Indonesia.

Pilar Sosial dan Peran Perempuan

Keberlanjutan di sektor peternakan modern menurut Dali juga tidak hanya menyangkut angka emisi dan teknologi, melainkan juga faktor manusia di baliknya. Ia menyoroti penetapan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menjadikan tahun 2026 sebagai Tahun Petani Perempuan Internasional (International Year of the Woman Farmer).

Menurutnya, perempuan memegang peranan krusial di sepanjang ekosistem pangan, mulai dari tingkat peternakan, riset formulasi nutrisi, hingga manajemen bisnis F&B. Di Indonesia sendiri, kepemimpinan perempuan di laboratorium riset dan pengembangan (R&D) serta industri pengolahan pangan kian dominan.

Praktik peternakan rendah emisi di tingkat global ini menjadi tolok ukur penting bagi pelaku industri manufaktur di Tanah Air. Seiring meningkatnya kesadaran konsumen urban terhadap isu keberlanjutan dan transparansi produk, kolaborasi rantai pasok yang ramah lingkungan dinilai menjadi kunci bagi terciptanya inovasi pangan masa depan yang bernutrisi tinggi sekaligus bertanggung jawab secara ekologis.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan