Gedung Bank Mandiri. Foto: Dokumen Bank Mandiri
Gedung Bank Mandiri. Foto: Dokumen Bank Mandiri

Laba Bersih Bank Mandiri Tembus Rp8,9 Triliun, Transaksi Digital Jadi Motor Utama

Annisa ayu artanti • 10 Maret 2026 11:51
Ringkasnya gini..
  • Laba Bank Mandiri tumbuh 16,7 persenmenjadi Rp8,9 triliun hingga Februari 2026.
  • Transaksi Livin’ by Mandiri mencapai 738,7 juta transaksi atau naik 28 persen.
  • Kredit tumbuh 15,7 persen dan dana pihak ketiga meningkat 16,3 persen.
Jakarta: Kinerja PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tetap menunjukkan tren positif di awal tahun 2026. Hingga Februari 2026, bank pelat merah tersebut berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp8,9 triliun, atau tumbuh 16,7 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
 
Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas transaksi nasabah serta semakin luasnya pemanfaatan layanan digital Bank Mandiri oleh masyarakat.
 
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semakin aktifnya transaksi nasabah melalui berbagai kanal layanan, khususnya platform digital.

“Laba bersih Bank Mandiri tumbuh 16,7 persen secara tahunan menjadi Rp8,9 triliun hingga Februari 2026, seiring dengan meningkatnya aktivitas transaksi digital masyarakat melalui Livin’ by Mandiri yang turut mendorong pertumbuhan pendapatan berbasis komisi,” ujar Novita dalam keterangan resminya, Selasa, 10 Maret 2026.

Kredit dan dana pihak ketiga tumbuh dua digit

Kinerja solid Bank Mandiri juga terlihat dari fungsi intermediasi yang terus menguat.
 
Hingga Februari 2026, penyaluran kredit Bank Mandiri tercatat mencapai Rp1.513,1 triliun, atau tumbuh 15,7 persen secara tahunan.
 
Di sisi lain, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Total DPK Bank Mandiri tercatat mencapai Rp1.644,8 triliun, meningkat 16,3 persen YoY.
 
Baca juga: Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai Jelang Lebaran 1447 H

Transaksi Livin’ by Mandiri melonjak

Digitalisasi layanan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan bisnis Bank Mandiri.
 
Sepanjang awal tahun 2026, volume transaksi melalui aplikasi Livin’ by Mandiri mencatat peningkatan signifikan. Hingga Februari 2026, total transaksi mencapai lebih dari 738,7 juta transaksi, atau tumbuh sekitar 28 persen secara tahunan.
 
Peningkatan ini menunjukkan semakin luasnya penggunaan layanan digital oleh masyarakat, mulai dari pembayaran tagihan, pembelian produk digital, hingga transfer dana antar individu maupun pelaku usaha.
 
Selain itu, meningkatnya transaksi pembayaran di berbagai merchant dan pelaku usaha, termasuk UMKM, turut memperkuat peran layanan digital Bank Mandiri dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Pendapatan berbasis komisi meningkat

Seiring meningkatnya aktivitas transaksi digital, Bank Mandiri juga mencatat pertumbuhan pendapatan berbasis komisi (fee-based income).
 
Pendapatan komisi dari berbagai platform digital Bank Mandiri, termasuk Livin’ by Mandiri, tercatat mencapai Rp625 miliar, atau tumbuh 45,3 persen secara tahunan.
 
Sementara itu, platform digital wholesale Kopra by Mandiri juga mencatat pendapatan komisi sebesar Rp421 miliar, meningkat 29,3 persen YoY.
 
Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya volume transaksi nasabah melalui berbagai kanal digital Bank Mandiri.

Kinerja intermediasi dan efisiensi tetap terjaga

Di sisi lain, Bank Mandiri juga mencatat pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sebesar Rp13,7 triliun, atau tumbuh 9,16 persen secara tahunan.
 
Pertumbuhan tersebut didukung oleh penyaluran kredit yang tetap solid serta meningkatnya aktivitas transaksi nasabah.
 
Efisiensi operasional perseroan juga terus membaik. Hal ini tercermin dari rasio Cost-to-Income Ratio (CIR) yang turun ke level 37,21 persen, menunjukkan pengelolaan biaya yang semakin disiplin sekaligus peningkatan produktivitas bisnis.

Kualitas aset tetap terjaga

Dari sisi manajemen risiko, Bank Mandiri juga berhasil menjaga kualitas aset dengan baik.
 
Rasio Non-Performing Loan (NPL) tercatat berada di level 0,98 persen, disertai coverage ratio sebesar 246,5 persen.
 
Angka ini mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit serta penguatan manajemen risiko yang konsisten dilakukan oleh perseroan.
 
Dengan fundamental bisnis yang tetap kuat tersebut, Bank Mandiri optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan ke depan. 
 
“Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat sinergi yang terintegrasi di seluruh lini bisnis guna mendorong akselerasi pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat keunggulan kompetitif perseroan. Langkah ini sejalan dengan peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung penguatan ekosistem ekonomi nasional,” tutur Novita.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan