Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya

Menteri Ekraf: Ekonomi Kreatif RI Serap 27,4 Juta Tenaga Kerja

Annisa ayu artanti • 22 Oktober 2026 13:36
Ringkasnya gini..
  • Sektor ekonomi kreatif Indonesia menyumbang sekitar 7,38 persen terhadap PDB dan menyerap 27,4 juta tenaga kerja.
  • World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta diikuti delegasi dari lebih dari 80 negara.
  • Jumlah peserta yang diproyeksikan mengikuti konferensi tersebut melampaui 6.000 orang dan lebih dari 50 perwakilan pemerintah daerah
Jakarta: Ekonomi kreatif bukan hanya tentang film, musik, atau karya seni. Di balik berbagai produk kreatif, ada jutaan orang yang menggantungkan penghasilan sekaligus peluang bisnis yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

Besarnya potensi tersebut menjadi salah satu sorotan dalam penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta. Dalam sambutannya, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyoroti peran sektor ini sebagai salah satu penggerak ekonomi Indonesia sekaligus pentingnya memperkuat kerja sama internasional.

Riefky menyebut ekonomi kreatif berkontribusi sekitar 7,38 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia dan menyerap 27,4 juta tenaga kerja.

“Menurut UNCTAD, ekspor kreatif dan layanan dunia mencapai sekitar USD1,7 triliun pada tahun 2024. Di Indonesia sendiri, sektor ini menanggung sekitar 7,38 persen PDB dan menciptakan pekerjaan 27,4 juta orang. Ini salah satu mesin ekonomi kita,” ujarnya, Kamis, 22 Oktober 2026.

Angka tersebut menunjukkan bahwa ekonomi kreatif memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan karya. Sektor ini juga berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha, dan peluang bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan dari kreativitas.

Indonesia pun berupaya memperkuat posisinya melalui WCCE, yang pertama kali digelar di Bali pada 2018. Konferensi ini menjadi ruang pertemuan pemerintah, pelaku industri, akademisi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas masa depan ekonomi kreatif.

“Ekonomi kreatif membutuhkan pemerintah, pencipta, bisnis, akademisi, komunitas, dan media untuk bersama-sama memperkuat kolaborasi dan aksi,” ujarnya.
   

WCCE 2026 Libatkan Lebih dari 80 Negara


WCCE 2026 di Jakarta juga menjadi kesempatan untuk memperluas kerja sama antarnegara. Riefky menyebutkan bahwa konferensi ini melibatkan delegasi dari lebih dari 80 negara, tujuh organisasi internasional, 38 ketua delegasi, serta 182 pembicara dan moderator.

Jumlah peserta yang diproyeksikan mengikuti konferensi tersebut melampaui 6.000 orang. Selain itu, lebih dari 50 perwakilan pemerintah daerah, termasuk dari kota-kota kreatif di Indonesia, turut menjadi bagian dari agenda tersebut.

Keterlibatan berbagai pihak ini diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan pelaku ekonomi kreatif dengan arah kebijakan pemerintah. Riefky juga menekankan bahwa suara pelaku kreatif perlu mendapat tempat dalam pengambilan keputusan.

“Suara dari daerah dan masyarakat harus membantu membentuk kebijakan di sektor ini,” pesan Riefky. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan