Kolaborasi ini menandai langkah penting perusahaan dalam memperluas operasional di dua bandara utama Indonesia, yakni Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta.
| Baca juga: Efek Domino Konflik Timteng: Maskapai Global Merugi Besar, Tiket Pesawat Bisa Melonjak |
Kerja sama ini mulai berlaku pada 1 April 2026 dan menjadi bagian dari upaya Çelebi Aviation untuk mempercepat pertumbuhan bisnisnya di kawasan, sekaligus meningkatkan peran dalam ekosistem penerbangan global.
Dengan pengalaman lebih dari enam dekade dan jaringan operasional di tiga benua, Çelebi Aviation akan menangani berbagai layanan penting, mulai dari layanan penumpang, penanganan di landasan, operasional penerbangan, hingga aspek keamanan untuk penerbangan Turkish Airlines di kedua bandara tersebut.
Saat ini, Turkish Airlines mengoperasikan tujuh penerbangan per minggu ke Jakarta dan 12 penerbangan ke Bali. Ke depan, frekuensi tersebut ditargetkan meningkat menjadi masing-masing 10 dan 14 penerbangan per minggu. Secara keseluruhan, Çelebi Aviation diproyeksikan menangani sekitar 989 pergerakan penerbangan setiap tahun, dengan total layanan kepada sekitar 650.000 penumpang.
Perkuat Portofolio Maskapai Global
Masuknya Turkish Airlines ke dalam portofolio pelanggan menjadi pencapaian strategis bagi Çelebi Aviation di Indonesia. Langkah ini tidak hanya memperkuat kehadiran perusahaan di pasar internasional, tetapi juga meningkatkan kepercayaan dari maskapai global lainnya terhadap kapabilitas operasionalnya.Sebagai dua simpul utama transportasi udara nasional, Jakarta dan Bali memegang peran krusial. Jakarta berfungsi sebagai pusat bisnis dan konektivitas internasional, sementara Bali menjadi pintu masuk utama sektor pariwisata Indonesia. Kehadiran layanan Çelebi di kedua titik ini diharapkan mampu mendukung kelancaran mobilitas penumpang, baik untuk kebutuhan bisnis maupun wisata.
Dorong Operasional Ramah Lingkungan
Dalam kemitraan ini, Çelebi Aviation Indonesia juga menekankan aspek keberlanjutan. Perusahaan mulai mengadopsi penggunaan peralatan berbasis listrik dalam operasional layanan darat untuk Turkish Airlines, sebagai bagian dari upaya menekan emisi karbon dan mendukung operasional bandara yang lebih ramah lingkungan.Selain itu, fokus pada pengalaman penumpang tetap menjadi prioritas utama. Perusahaan menitikberatkan pada keselamatan, ketepatan waktu, dan kualitas layanan guna memastikan proses perjalanan berjalan lancar dan nyaman.
Managing Director Çelebi Aviation Indonesia, Andy Dias, menilai kerja sama ini sebagai tonggak penting bagi perusahaan. Ia menyebut kemitraan tersebut mencerminkan tingkat kesiapan operasional sekaligus kepercayaan yang telah dibangun dengan maskapai internasional.
Menurutnya, pengalaman operasional di Bali dan Jakarta telah menjadi fondasi kuat bagi perusahaan untuk mengembangkan layanan yang lebih luas. Ia juga menyoroti bahwa untuk pertama kalinya di Indonesia, layanan ground handling menyeluruh bagi pesawat berbadan lebar akan dilakukan dengan dukungan peralatan darat berbasis listrik sepenuhnya.
Langkah ini dinilai dapat menjadi standar baru dalam praktik penerbangan berkelanjutan di dalam negeri.
Lebih jauh, perusahaan optimistis kolaborasi ini tidak hanya memperluas cakupan bisnis di Indonesia, tetapi juga memperkuat posisi di pasar global. Çelebi Aviation juga membuka peluang untuk menjadikan kerja sama ini sebagai referensi dalam menjalin kemitraan dengan maskapai lain di kawasan Asia-Pasifik ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News