"Di Kalimantan Timur, penduduknya pada 2045 dengan adanya IKN meningkat menjadi 11 juta penduduk," kata Direktur Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bappenas Teguh Sambodo, dilansir Mediaindonesia.com, Senin, 14 Maret 2022.
Perkiraan jumlah penduduk tersebut didapat dari penambahan di dua kota besar lainnya di Kaltim, yakni Balikpapan dan Samarinda. Teguh menerangkan, jumlah penduduk di IKN akan bertambah secara bertahap. Di 2045, penduduk di Nusantara diperkirakan mencapai 1,7 juta-1,9 juta warga pada area 256 ribu hektare.
"Apabila digabung dengan wilayah Balikpapan dan Samarinda bisa mencapai 4,5 juta sampai lima juta," jelasnya.
Dalam data paparan Bappenas, penduduk IKN akan dihuni oleh pejabat pemerintah, karyawan baru dari sektor inovasi digital, pendidikan dan sektor lain. Ditambah dengan keberadaan anggota keluarga baru.
Penduduk di Kaltim pun diperkirakan bertambah bertahap. Di 2025, provinsi itu akan dihuni lima juta sampai tujuh juta orang. Sepuluh tahun berikutnya, penduduk di Kaltim diperkirakan sebanyak 8,7 juta-9,7 juta orang.
"IKN akan dibangun sebagai Kota yang didesain sebagai kota hutan atau forest city dengan 75 persen adalah ruang hijau," pungkas Teguh.
Ada empat tahapan pembangunan IKN:
- Dari 2022-2024 dilakukan pemindahan tahap awal.
- Pada 2025-2035 pembangunan IKN berfokus pada area inti.
- Berikutnya, dari 2035-2045 pemerintah akan membangun seluruh infrastruktur dan ekosistem tiga kota untuk percepatan pembangunan Kaltim.
- Tahap terakhir akan diagendakan mengokohkan reputasi IKN sebagai kota dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News