Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Kementerian Investasi Dorong Energi Surya Masuk ke Orde Gigawatt

Ekonomi PLTS BKPM Ketahanan Energi Kementerian Investasi
Antara • 20 April 2022 08:45
Jakarta: Kementerian Investasi berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan energi surya di Indonesia supaya masuk ke dalam orde gigawatt melalui beragam fasilitas insentif hingga kemudahan berinvestasi. Langkah itu diharapkan berdampak positif terhadap upaya ketahanan energi di Tanah Air.
 
Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi Nurul Ikhwan mengatakan regulasi terkait dengan pembangkit listrik tenaga surya kini sangat terbuka dengan alokasi untuk UKM dan koperasi berupa penyediaan tenaga listrik untuk pembangkit di bawah satu megawatt.
 
"Apabila untuk pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik atas instalasi penyediaan tenaga listrik tegangan rendah dan menengah yang di bawah 36 kilovolt," ujarnya, dilansir dari Antara, Rabu, 20 April 2022.
 
Nurul mengatakan saat ini investasi baru dalam rangka pembangunan pembangkit listrik hanya pada wilayah di luar Jawa dan Bali untuk pemerataan akses energi di berbagai daerah. Regulasi itu hanya mengecualikan PT PLN (Persero) dan pembangunan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan.
 
Dari sisi insentif, pemerintah telah memberikan serangkaian fasilitas agar pembangunan pembangkit listrik tenaga surya bisa memungkinkan ada beberapa alternatif dari sisi insentif yang diberikan, mulai dari tax holiday, tax allowance, pembebasan bea masuk bahan baku dan barang modal kelistrikan, serta insentif untuk kegiatan penelitian dan pengembangan.
 
Keempat insentif itu akan memberikan kemudahan bagi para investor yang melakukan penanaman modal di sektor energi baru terbarukan. Nurul menyampaikan listrik yang bersih akan menentukan masa depan investasi di Indonesia karena dunia hanya akan menerima produk-produk yang dihasilkan dengan dukungan listrik yang bersih.

Negara yang menyediakan energi bersih

Adapun investor hanya akan berinvestasi di negara yang menyediakan energi yang bersih. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2021-2030, kata Nurul, pembangkit listrik tenaga surya akan punya andil sekitar 12 persen guna memberikan kesempatan bauran energi baru terbarukan lebih besar untuk Indonesia sampai 2030.
 
Menurut dia, bauran energi baru terbarukan tersebut punya kesempatan untuk membangun beberapa peluang investasi di dalam negeri, seperti proyek investasi energi surya yang dilakukan oleh PJB Masdar Solar Energy yang membangun PLTS terapung di Waduk Cirata, Jawa Barat berkapasitas 145 megawatt.
 
Proyek PLTS terapung tersebut akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dengan rencana investasi senilai USD140 juta sampai USD145 juta. Selain itu, ada rencana investasi ekspor listrik dari Batam ke Singapura yang merupakan kerja sama beberapa entitas bisnis Indonesia dan Singapura yang didukung oleh pemerintah Indonesia dan pemerintah Singapura.
 
"Ekspor listrik dari Batam ke Singapura yang akan memberikan kesempatan pada Indonesia untuk lebih meningkatkan produk listrik berbasis surya yang akan diekspor ke Singapura," pungkas Nurul.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif