Ilustrasi. AFP PHOTO/Jonathan NACKSTRAND
Ilustrasi. AFP PHOTO/Jonathan NACKSTRAND

PGN Minta Restu DPR Ambil Alih Proyek Gas yang Belum Termanfaatkan

Annisa ayu artanti • 19 Januari 2022 07:36
Jakarta: Subholding Gas Pertamina, PT PGN Tbk meminta restu kepada pemerintah dan Komisi VII DPR-RI agar bisa memanfaatkan dan mengelola gas dan proyek gas yang belum termanfaatkan. Ini merupakan strategi untuk pemenuhan kebutuhan gas yang diprediksi meningkat kedepannya.
 
"Kami akan fokus dan mohon support Pak Dirjen begitu juga Komisi VII, kami PGN menyalurkan gas tapi kami tidak punya molekul sendiri, tidak punya LNG sendiri," kata Direktur Utama PGN Haryo Yunianto, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR-RI, Selasa, 18 Januari 2022.
 
Haryo menjelaskan, PGN menilai saat ini ada beberapa proyek gas yang tidak termanfaatkan, baik yang sudah memiliki rencana pengembangan atau Plan of Development (POD) maupun tidak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Biasanya, gas yang belum dimanfaatkan tersebut karena dinilai tidak ekonomis, misalnya, seperti gas dari lapangan dengan cadangan kecil, gas ikutan dari sumur minyak dan gas flare. Oleh karena itu, ia meminta untuk bisa mengambil alih.
 
"Barangkali kalau kita diizinkan, dibantu, untuk kami bisa bekerja sama untuk mengelola stranded-stranded gas yang sudah ada POD atau belum ada POD, tapi tidak ada produksi atau lifting. Kami siap untuk meng-off take," ungkapnya.
 
Haryo memaparkan rencana yang lebih besar jika diberi kesempatan mengelola gas yang tak termanfaatkan tersebut. Kemudian PGN juga akan membangun fasilitas pengolahan gas untuk bisa mengubahnya menjadi gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG).
 
"Kemudian kami akan bangun LNG liquefaction di site supaya kami punya LNG sendiri. Karena kami potensi kebutuhannya cukup besar. Ini yang akan kami fokus di 2022," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif