Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan dan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) Jepang Hagiuda Kochi - - Foto: dok Kemenko Marves
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan dan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) Jepang Hagiuda Kochi - - Foto: dok Kemenko Marves

Luhut Pamer Perubahan Arah Investasi Indonesia ke Jepang

Annisa ayu artanti • 11 Januari 2022 21:35
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menawarkan sejumlah potensi kerja sama kepada Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) Jepang Hagiuda Kochi.
 
Luhut pun memamerkan arah investasi di Indonesia yang telah berubah ke hilirisasi industri. Adapun potensi kerja sama yang ditawarkan di antaranya di bidang green energy, perikanan, lingkungan dan industri petrokimia.
 
"Indonesia dalam tujuh tahun ini banyak yang berubah, pembangunan hampir merata di Indonesia bagian barat dan timur," kata Luhut dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 11 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Luhut menjelaskan salah satu contoh industri hilir yang tengah dikembangkan Indonesia adalah industri nikel. Saat ini industri nikel berfokus pada pengembangan stainless steel yang merupakan komponen pembuatan baterai lithium. Ia meyakinkan Indonesia memiliki stok bijih nikel yang sangat besar dengan total kapasitas produksi hulu hingga 12 juta ton per tahun.
 
"Industri hilir telah mengubah struktur ekonomi Indonesia sehingga mengurangi ketergantungan terhadap komoditas mentah," imbuhnya.
 
Luhut juga menawarkan investasi pembangunan pembangkit listrik tenaga air di Kalimantan yang hingga kini mampu menghasilkan listrik sebanyak 11 ribu megawatt (MW).
 
"Desember tahun lalu, Presiden Jokowi telah meresmikan groundbreaking green industrial park seluas 30 hektar,” jelasnya.
 
Luhut pun mengusulkan agar kedua negara membuat skema diskusi teknis yang bertemu secara reguler agar dapat membahas secara intensif mengenai poin-poin kerjasama kedua negara.
 
Dalam kesempatan yang sama, Koichi menyambut baik usulan Luhut agar ada dialog yang bersifat regular bagi kedua negara. Ia menyebut perkembangan investasi perusahaan Jepang untuk industri amonia di Teluk Bintuni, Papua Barat sudah sampai pada tahap FS (Studi Kelayakan).  
 
Selain industri Amonia, ia juga sempat mengungkapkan keinginan negaranya untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam pengembangan baterai untuk pembangkit tenaga surya. 
 
“Ada beberapa skema diskusi antara pemerintah dan swasta. Nanti kami juga akan diskusikan lebih lanjut lagi. Apapun (skemanya) kami terbuka,” ungkap dia.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif