Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury - - Foto: Medcom/ Annisa Ayu
Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury - - Foto: Medcom/ Annisa Ayu

Sentralisasi Holding Diharapkan Genjot Pupuk Indonesia Jadi Perusahaan Kelas Dunia

Ekonomi Holding BUMN pupuk indonesia Kementerian BUMN
Husen Miftahudin • 08 Januari 2021 19:57
Jakarta: PT Pupuk Indonesia (Persero) resmi menetapkan pemberlakuan sentralisasi fungsi holding di lingkungan Pupuk Indonesia Group. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari amanah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melakukan transformasi.
 
Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury mengatakan Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) telah memulai upaya transformasi sebagai activist holding untuk pelaksanaan sentralisasi beberapa fungsi-fungsi seperti IT, SDM, supply chain, research & development, finance, hingga sales & marketing sejak November 2020.
 
Langkah tersebut telah sesuai dengan masterplan dan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2020-2024. Pahala mengharapkan sentralisasi ini bisa mendorong Pupuk Indonesia sebagai perusahaan nasional kelas dunia untuk solusi pertanian dan nutrisi tanaman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Peran sentralisasi holding menjadi semakin penting, dengan beberapa peran akan bisa mendorong adanya transformasi perusahaan dalam rangka restrukturisasi subsidi industri pupuk melalui beberapa upaya-upaya efisiensi operasional," ungkap Pahala dalam keterangan resminya, Jumat, 8 Januari 2021.
 
Pahala menambahkan dengan adanya activist holding role ini dapat didukung seluruh anak perusahaan di lingkungan PIHC. "Melalui activist holding role, Pupuk Indonesia akan dapat menjaga kinerja keuangan, produksi, pendapatan, EBITDA, sebagaimana diamanahkan dalam RKAP (Rencana Kerja Anggaran Perusahaan)," tuturnya.
 
Dalam hal ini, lanjut Pahala, Kementerian BUMN mendukung berbagai upaya yang dilakukan PIHC dan beberapa inisiatif corporate action lainnya seperti implementasi agro solution dan beberapa proyek pembangunan fasilitas produksi. Termasuk proyek strategis seperti pabrik amoniak dan urea Pusri-3B, pengembangan pabrik di Bintuni, dan juga pabrik Katalis Merah Putih.
 
Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman menjelaskan penerapan activist holding role ini merupakan salah satu fondasi dari inisiatif strategis masterplan perusahaan yang telah ditetapkan Kementerian BUMN. Dalam pola tersebut, dilakukan sentralisasi sejumlah fungsi sehingga holding akan mempunyai peran lebih aktif dalam aktivitas operasional perusahaan.
 
"Tujuan utama sentralisasi adalah mendorong value creation serta menyelaraskan aktivitas fungsi-fungsi anggota Pupuk Indonesia Group sehingga sejalan dengan strategic direction dari Pupuk Indonesia selaku holding. Dengan demikian, kami bisa lebih baik lagi memberikan produk dan layanan kepada pelanggan," tambahnya.
 
Adapun fungsi-fungsi yang dilaksanakan secara sentralisasi di holding Pupuk Indonesia antara lain adalah fungsi pemasaran dan penjualan, supply chain dan cost management, pengadaan barang dan jasa, keuangan, audit, manajemen risiko dan kepatuhan, serta fungsi manajemen SDM dan juga hukum.
 
"Kami juga melakukan sejumlah terobosan di berbagai bidang. Misalnya, pengembangan program Agro Solution dan customer centric model di bidang pemasaran, penerapan distribution planning & control system untuk kelancaran distribusi. Program digital fertilizer untuk optimalisasi kinerja pabrik, menerapkan sistem pengadaan yang terpusat, hingga pembentukan Indonesia Fertilizer Research Institute," tutup Bakir.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif