Ilustrasi SKK Migas - - Foto: dok Setkab
Ilustrasi SKK Migas - - Foto: dok Setkab

SKK Migas: Target Satu Juta Barel Butuh Investasi Besar

Ekonomi skk migas investasi produksi minyak Proyek Hulu Migas
Suci Sedya Utami • 13 November 2020 15:39
Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan target produksi minyak satu juta barel per hari (bph) dan gas 12 triliun kaki kubik (tcf) di 2030 membutuhkan investasi yang besar.
 
Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman mengatakan target tersebut dibuat dalam jangka panjang agar semua pelaku hulu migas termasuk kontraktor kerja sama (KKKS) dan para mitra penunjang bisa mencapainya.
 
Karena itu, investasi sangat dibutuhkan untuk mendorong kegiatan eksplorasi yang lebih masif dan agresif dalam menemukan cadangan raksasa (giant discovery).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk ada giant discovery butuh investasi yang masif, kemudian kegiatan yang agresif. Target kami ada 3,2 billion oil equivalent di 2030," kata Fatar dalam webinarBimasena Energy Dialogue, Jumat, 13 November 2020.
 
Fatar menambahkan investasi akan datang jika ditopang oleh beberapa faktor antara lain kepastian hukum, keterbukaan data, fleksibilitas sistem fiskal, sistem perpajakan yang bersaing dan insentif serta penalty.
 
Fatar mengakui faktor-faktor tersebut saat ini memang belum sepenuhnya mendukung kegiatan hulu migas nasional. Ia bilang rumitnya perizinan menjadi salah satu yang sering dikeluhkan investor yang berminat untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
 
Kemudian tumpang tindih lahan juga seringkali menjadi kendala, misalnya tidak jarang kegiatan yang dilakukan di onshore atau darat lebih sulit dibanding apabila dilakukan dilaut (offshore).
 
Kemudian juga mengenai kriminalisasi para pemangku kebijakan ketika mengambil keputusan juga kerap menjadi hambatan dan harus dihadapi industri hulu migas. Serta juga mengenai rezim fiskal yang kerap berubah.
 
"Saya yakin kalau fiskalnya bagus, sangat menarik buat investasi. Lalu payung hukumnya juga bagus membungkus ini, kami yakin bisaunlockpotensi yang ada untuk menjadi reserves (cadangan)," jelas Fatar.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif