Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. FOTO: Kementan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. FOTO: Kementan

Kejar Produksi, Mentan Panen dan Tanam Padi di Lampung Tengah

Ekonomi pertanian padi panen padi Kementerian Pertanian
Antara • 07 Oktober 2020 08:29
Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo didampingi Gubernur Lampung dan Wakil Gubernur Lampung melakukan panen raya dan tanam padi. Hal itu dilakukan di Desa Tempuran Kecamatan Trimurjo Kabupaten lampung Tengah, di hamparan seluas 335 hektare dengan varietas Inpari 32.
 
"Pertanian tumbuh 16,42 persen, kemudian menyumbang ekspor yang luar biasa. Sumbangan ekspor dari sektor pertanian sebesar Rp258 triliun, dan Agustus ini ada tambahan Rp30 triliun," kata Syahrul, dikutip dari Antara, Rabu, 7 Oktober 2020.
 
Prosesi panen tersebut dilakukan dengan mekanisasi menggunakan combine harvester dan olah tanam dengan Traktor roda 4. Pada kesempatan tersebut, diperlihatkan pula demonstrasi penggunaan drone penyemprot bahan cair untuk mempercepat proses jerami dan singgang menjadi bahan organik serta tanam padi dengan rice transplanter.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam sambutannya, Mentan Syahrul menjelaskan dari semua sektor pertanian masih mengalami pertumbuhan dan menyumbang pendapatan negara, di tengah situasi Indonesia yang saat ini masih mengalami pandemi covid-19.
 
Mentan mengapresiasi Provinsi Lampung yang baru saja meluncurkan Kartu Petani Berjaya sebagai solusi sektor pertanian di wilayah tersebut. Adapun kegiatan yang dilakukan di Gapoktan Sumber Makmur itu juga dalam rangka percepatan tanam musim hujan Oktober 2020-Maret 2021.
 
Lampung Tengah merupakan salah satu daerah kabupaten produsen padi terbesar di Provinsi Lampung yang memiliki total luas panen 464.103 hektare, dengan provitas mencapai 4,66,ton per ha. Hasil yang dicapai pada panen kali ini delapan ton per ha.
 
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam kesempatan ini mengatakan Lampung sebagai lokomotif pertanian nasional tentunya juga harus berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani dan perekonomian Lampung. Provinsi Lampung memiliki luas baku sawah seluas 361.699 ha.
 
Pada 2019 panen padi mencapai 464.103 hektare dengan produktivitas 2,16 juta ton GKG atau setara dengan 1,24 juta ton beras.
 
"Petani yang tinggal di wilayah pedesaan dan jumlahnya hampir 50 persen dari penduduk provinsi, dapat menjalankan usaha pertaniannya dengan lebih baik, produktivitas lahannya meningkat serta kesejahteraannya juga meningkat," kata Arinal di sela sela peluncuran Program Kartu Petani Berjaya.
 
Ia berharap hal ini dapat memberikan petani kemudahan dalam dalam memenuhi kebutuhan sarana produksi, akses permodalan/pembiayaan penanganan pasca panen dan pemasaran hasil.
 
Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi mengakui Kabupaten Lampung Tengah turut andil cukup besar untuk menambah sumbangan produksi padi. Dukungan Kementan tentunya diberikan untuk Lampung melalui bantuan sarana produksi maupun alsintan.
 
Khusus untuk tanaman pangan, bantuan diberikan mulai dari benih, budidaya padi, sampai alsintan pascapanen. Suwandi meminta petani bisa memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian.
 
"Kami sudah sediakan KUR untuk komoditas tanaman pangan, silahkan dimanfaatkan sebaik-baiknya terutama bagi penggilingan padi bisa digunakan untuk menyerap gabah petani dengan harga yang layak," pungkas Suwandi.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif