Ilustrasi mudik - - Foto: dok Antara
Ilustrasi mudik - - Foto: dok Antara

Survei: Sebagian Masyarakat Masih Ngotot untuk Mudik

Ekonomi mudik lebaran kementerian perhubungan
Antara • 16 Mei 2020 19:17
Jakarta: Survei Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan (Balitbang) menunjukkan bahwa sebagian masyarakat masih bersikeras untuk mudik. Hal itu seiring beroperasinya kembali seluruh moda transportasi.
 
“Dari hasil survei tersebut diketahui sebagian masyarakat akan tetap bersikeras mudik walaupun pemerintah melakukan intervensi dengan berbagai kebijakan atau keputusan tidak mudik, sehingga diperlukan upaya untuk mengantisipasinya,” kata Kepala Balitbang Kemenhub Umiyatun Hayati Triastuti dalam sebuah webinar di Jakarta, Sabtu, 16 Mei 2020.
 
Umiyatun menyebut pihaknya telah melakukan lima kali survei dengan cara daring danhome interview. Hasil survei daring kedua diperoleh potensi awal pemudik 56 persen tidak mudik, tujuh persen sudah mudik dan 37 persen akan mudik.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Tujuh persen ini seperti mahasiswa, anak-anak kost yang sudah mudik duluan atau orang yang sudahwork from home(kerja dari rumah),” katanya.
 
Setelah adanya intervensi kuesioner kebijakan imbauan tidak mudik, potensi berubah menjadi 80 persen tidak mudik dan 13 persen bersikeras untuk mudik. Hasil surveihome interviewkedua diperoleh potensi respons awal pemudik 68 persen tidak mudik dan 24 persen akan mudik.
 
“24 persen ini mereka yang masih mengupayakan lewat jalan tikus atau asisten rumah angga yang merengek pulang karena diancam oleh keluarganya di kampung,” ujarnya.
 
Meski demikian, arus balik perlu diantisipasi dengan adanya manajemen lalu lintas, seperti berupa lawan arus (contra flow), atau satu arah (one way) jika diperlukan, memperketat pengawasan da pengendalian transportasi, serta melakukan tes covid-19 bagi pada masyarakat yang melakukan perjalanan balik.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif