Ilustrasi industri farmasi. Foto: Antara/Rekotomo
Ilustrasi industri farmasi. Foto: Antara/Rekotomo

Tak Semua Sektor Farmasi Meningkat Akibat Covid-19

Ekonomi merck virus corona
Annisa ayu artanti • 29 Juli 2020 15:52
Jakarta: Emiten farmasi, PT Merck Tbk menyatakan telah terjadi perubahan pada industri farmasi akibat pandemi covid-19.
 
Presiden Direktur Merck Evie Yulin menyebutkan terdapat dua bisnis yang perkembangannya bergeser dan terhambat akibat pandemi. Kedua bisnis itu adalah bisnis kesuburan dan onkologi.
 
Kedua bisnis tersebut masuk kategori bisnis yang terimbas covid-19 dalam jangka pendek.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya memberikan contoh bisnis kesuburan itu mengalami penurunan, karena orang-orang cenderung menunda dulu untuk hamil sampai kondisinya membaik. Demikian juga untuk produk onkologi, orang harus melakukan kemo itu juga agak ditunda," kata Evie dalam public expose virtual, Rabu, 29 Juli 2020.
 
Evie juga menekankan, meskipun Merck merupakan perusahaan bergerak di industri farmasi, tidak semua produk Merck mengalami lonjakan permintaan saat pandemi. Ada beberapa yang menurun dan ada yang beberapa produk yang mengalami permintaan.
 
"Ada beberapa produk yang meningkat yang tidak ada hubungan secara langsung dengan penyakit covid-19. Tapi juga ada penjualan yang menurun karena memang sifatnya bisa ditunda," ucapnya.
 
Lebih lanjut mengenai perkembangan vaksin covid-19, Evie menambahkan sejauh ini Merck Internasional telah berkontribusi dalam pengembangan vaksin covid-19 dunia. Sedangkan Merk Indonesia tidak secara langsung terlibat.
 
"Saat ini Merck secara langsung tidak terlibat. Tapi secara world wide Merck involve lebih dari 45 vaksin program," tukasnya.

 

(DEV)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif