Foto: Dok. LPDB KUMKM
Foto: Dok. LPDB KUMKM

Imbas Covid-19, BMT Atunnisa Boyolali Pantau Komitmen Bayar Anggota

Ekonomi LPDB-KUMKM
Gervin Nathaniel Purba • 01 April 2020 22:27
Jakarta: Kebijakan pembatasan sosial dan bekerja dari rumah (work from home/WFH) telah memasuki minggu kedua. Banyak pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melakukan berbagai tindakan pencegahan (preventif) dan strategi ekonomi guna menjaga keberlangsungan usahanya. TIdak terkecuali koperasi.
 
Manajer KSPPS BMT Atunnisa Suryadi Hendi Pantarlih mengatakan, sasaran kebijakan disusun berdasarkan arahan dan instruksi pemerintah, sehingga tidak heran banyak pelaku Koperasi dan UMKM (KUMKM) menggantungkan serta menanti harapan pada kebijakan pemerintah.
 
Seluruh sektor usaha terutama usaha mikro, kecil, menengah mengalami dampak ekonomi yang signifikan akibat pandemik covid-19. Apalagi KSPPS BMT Atunnisa mayoritas anggotanya bergerak di sektor perdagangan, pertanian dan peternakan, kerajinan, pariwisata dan jasa sewa tak pelak berdampak penurunan ekonomi pada koperasinya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Menurunnya jumlah pembeli, mengakibatkan omzet pedagang pun merosot tajam,” kata Hendi, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 1 April 2020.
 
Meskipun pinjaman/pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) diperoleh pada akhir 2019 dan pembayarannya lancar, namun krisis ekonomi ini harus disikapi dengan langkah-langkah yang lebih konkret.
 
KSPPS BMT Atunnisa yang berlokasi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah memperoleh persetujuan dana bergulir dari LPDB-KUMKM sebesar Rp800 juta melalui dua tahap pencairan. Pada Desember 2019 telah dicairkan pinjaman tahap pertama sebesar Rp400 juta. Sisanya akan dicairkan pada tahun ini.
 
Sebagian anggota koperasi menyampaikan bahwa usahanya sepi dan beberapa pekerjaan ditunda karena efek pandemik ini. “Saat ini, kisaran 25 persen usaha anggota terkena dampak covid-19, terutama sektor perdagangan, pariwisata, jasa sewa seperti rental mobil, travel pariwisata, biro umroh dan haji, sewa alat pertanian, sewa alat-alat pesta dan lain-lain," ujar Hendi.
 
Perkiraan yang terdampak 25 persen di atas sangat mungkin akan bertambah, melihat wabah covid-19 belum mencapai puncaknya. Apalagi sekarang sudah diputuskan status darurat sipil oleh Presiden Jokowi.
 
Namun demikian, situasi ini tidak menyurutkan semangat koperasi untuk menyusun beberapa strategi dan kebijakan, di antaranya inventaris permasalahan anggota dan melakukan pendataan komitmen pembayaran anggota. Strategi lainnya adalah meningkatkan penagihan ke lapangan.
 
"Selain itu, kami masih menunggu kebijakan dari Dinas Koperasi dan UKM setempat, juga tindakan konkret dari LPDB-KUMKM dalam mengatur kebijakan atas kondisi saat ini. Wabah covid-19 ini membawa pengaruh besar terhadap keberlangsungannya koperasi kami, katanya.
 
Terkait perubahan pola penyaluran pembiayaan kepada anggota, diakui Hendi kini lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan. Pelayanan pinjaman koperasi yang beranggotakan 3.339 orang ini juga mengalami perubahan signifikan, yakni dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Pihaknya pun mengaku tengah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi melonjaknya permintaan pinjaman dari anggota.
 
Selain menyikapi dengan berbagai upaya dan strategi, KSPPS BMT Atunnisa berharap adanya pengurangan margin atau bunga yang harus dibayarkan ke LPDB-KUMKM. Pihaknya juga tengah menanti pencairan dana pinjaman/pembiayaan tahap kedua dari LPDB-KUMKM yang hingga saat ini belum dicairkan.
 
Meskipun koperasi tidak memiliki pinjaman lain selain dari LPDB-KUMKM, pihaknya tetap berkomitmen untuk membayar pinjaman sesuai dengan jadwal angsuran. Hendi berharap, wabah covid-19 ini segera berlalu dan KUMKM di Indonesia mampu bertahan dan bangkit.
 
"Pemberian suntikan modal bagi para pelaku usaha KUMKM akan memberikan stimulus bisnis yang baik bagi pertumbuhan ekonomi, terutama bagi mereka yang terdampak usahanya saat merebaknya virus covid-19," ucapnya.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif