Ilustrasi industri petrokimia. Foto: Dok. Chandra Asri
Ilustrasi industri petrokimia. Foto: Dok. Chandra Asri

Chandra Asri Gandeng Aramco Jamin Pasokan Bahan Baku Kompleks Petrokimia

Husen Miftahudin • 12 Oktober 2021 20:20
Jakarta: PT Chandra Asri Petrochemical Tbk melalui anak perusahaannya, PT Chandra Asri Perkasa (CAP2) dan Aramco Trading Company (ATC) menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk menjamin pasokan bahan baku guna mendukung operasional kompleks petrokimia CAP2.
 
ATC dan Chandra Asri berharap ini akan mempelopori kerja sama jangka panjang antara kedua perusahaan dalam rangka memastikan ketersediaan bahan baku untuk fasilitas cracker CAP2.
 
Presiden Direktur Chandra Asri Erwin Ciputra mengatakan ATC memiliki portofolio dan rekam jejak yang baik dalam menyediakan bahan baku sesuai standar yang dibutuhkan Chandra Asri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia berharap kerja sama ini dapat menjamin tersedianya pasokan bahan baku untuk CAP2 yang pada akhirnya berkontribusi dalam menciptakan produk-produk petrokimia bernilai tinggi.
 
"Kami juga berharap kemitraan ini dapat menjadi langkah untuk mendukung pertumbuhan industri petrokimia Indonesia dan memenuhi kebutuhan domestik akan produk-produk petrokimia," ungkap Erwin dikutip dari siaran persnya, Selasa, 12 Oktober 2021.
 
Sementara itu, Chief Executive Officer ATC Ibrahim Albuainain mengungkapkan bahwa kolaborasi ini menyoroti komitmen ATC untuk mengeksplorasi peluang di antara kedua perusahaan, seiring upaya ATC untuk memperluas portofolionya di Indonesia.
 
"Kami berharap dapat memperkuat jejak kami di pasar Asia dimana volume perdagangan kami telah meningkat pesat selama beberapa tahun," sebutnya.
 
Secara khusus, lanjut Ibrahim, ATC berupaya untuk mengeksplorasi potensi besar Indonesia sebagai kekuatan ekonomi yang sedang melaju, dengan kemampuan pengilangan yang berkembang dan pertumbuhan permintaan produk energi yang besar.
 
Chandra Asri menjelaskan bahwa kehadiran CAP2 akan meningkatkan kapasitas produksi tahunan perseroan dari saat ini 4,2 juta ton menjadi lebih dari delapan juta ton. Penambahan kapasitas ini ditujukan untuk terus memenuhi kebutuhan pasar domestik Indonesia yang terus meningkat sekaligus substitusi impor.
 
Kehadiran pabrik petrokimia kedua ini juga diharapkan akan menjadi stimulus bagi industri petrokimia hilir lokal dan mendukung penciptaan lapangan kerja di Indonesia.
 
Di sisi lain, ATC mengatakan akan terus memproduksi dan mengirimkan bahan baku penting untuk industri dan produk-produk esensial untuk memenuhi kebutuhan para klien melalui ekosistemnya yang kuat dengan kemampuan respons yang cepat.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif