Presiden Jokowi saat meresmikan groundbreaking pembangunan smelter PT Freeport Indonesia. Foto: BPMI Setpres
Presiden Jokowi saat meresmikan groundbreaking pembangunan smelter PT Freeport Indonesia. Foto: BPMI Setpres

Smelter Freeport Gresik Terbesar di Dunia, Investasi Capai Rp42 Triliun

Suci Sedya Utami • 12 Oktober 2021 18:26
Gresik: Peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik akhirnya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
 
Smelter dengan nilai investasi mencapai Rp42 triliun itu dibangun di atas lahan seluas 100 hektare (ha). Fasilitas pengolahan dan pemurnian ini akan menjadi smelter single line terbesar di dunia berkapasitas desain 1,7 juta ton konsentrat per tahun.
 
<i>Smelter</i> Freeport Gresik Terbesar di Dunia, Investasi Capai Rp42 Triliun
Presiden Jokowi saat meresmikan groundbreaking pembangunan smelter PT Freeport Indonesia. Foto: BPMI Setpres.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peresmian ini menandai dimulainya tahap konstruksi smelter, setelah sejumlah tahapan dilakukan termasuk Front-End Engineering Design (FEED), reklamasi dan penguatan lahan, serta rekayasa detail yang sudah dimulai sejak akhir 2018. Hingga saat ini, kemajuan pembangunan smelter telah mencapai delapan persen. Jokowi dalam sambutannya menyatakan pembangunan smelter di dalam negeri akan memperkuat hilirisasi industri.
 
"Saya berharap kehadiran PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik akan menjadi daya tarik bagi industri lain, khususnya industri turunan tembaga untuk ikut berinvestasi," kata Jokowi, Selasa, 12 Oktober 2021.
 
Jokowi menambahkan, pemerintah akan terus memberikan dukungan penuh agar iklim investasi kita lebih baik. Peresmian groundbreaking ini menegaskan komitmen PTFI untuk membangun smelter, sesuai dengan kesepakatan divestasi 2018.
 
<i>Smelter</i> Freeport Gresik Terbesar di Dunia, Investasi Capai Rp42 Triliun
Presiden Jokowi menyimak penjelasan terkait smelter Freeport di Gresik. Foto: BPMI Setpres.
 
"Kewajiban pembangunan smelter tertuang dalam Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PTFI yang menjadi bagian tak terpisahkan dari izin keberlanjutan operasi PTFI hingga 2041," tambah Presiden Direktur PTFI Tony Wenas.
 
Konsentrat tembaga yang dipasok ke smelter ini berasal dari tambang bawah tanah terbesar di dunia yang dikelola PT Freeport Indonesia. Tony mengatakan di tengah berbagai tantangan pandemi covid-19, PTFI terus melakukan penyesuaian dan memastikan pembangunan tetap berjalan dengan tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan seluruh tenaga kerja serta masyarakat di sekitar area kerja.
 
Apalagi 98 persen karyawan PTFI merupakan putera puteri terbaik bangsa yang berasal dari berbagai suku dan daerah, baik dari Papua maupun daerah lainnya di Indonesia.

Smelter Freeport Gresik buka 40 ribu tenaga kerja

PTFI menggandeng PT Chiyoda International Indonesia untuk melakukan pekerjaan Engineering, Procurement, dan Construction (EPC) di tahap konstruksi. Tahap ini akan membuka lapangan pekerjaan bagi setidaknya 40 ribu tenaga kerja (secara kumulatif) yang direkrut melalui perusahaan kontraktor. PTFI akan mendorong perusahaan kontraktor agar memaksimalkan perekrutan masyarakat lokal untuk mengisi bidang-bidang pekerjaan tertentu.
 
"Kami juga mengharapkan dukungan untuk kemudahan perizinan dan insentif fiskal untuk membantu nilai keekonomian proyek smelter ini," ujar Tony.
 
<i>Smelter</i> Freeport Gresik Terbesar di Dunia, Investasi Capai Rp42 Triliun
Presiden Jokowi saat meresmikan groundbreaking pembangunan smelter PT Freeport Indonesia. Foto: BPMI Setpres.
 
Tony menambahkan, industri hilir tembaga dan turunannya di Indonesia perlu ditingkatkan, sehingga produk katoda tembaga dapat semakin banyak diserap di dalam negeri dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
 
Acara groundbreaking ini juga dihadiri oleh sejumlah Menteri dan pejabat daerah di antaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif