Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Foto: Medcom.id.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Foto: Medcom.id.

Bahlil Tunda Royalti Tambang, Pemerintah Cari Formula yang Dinilai Adil

Arif Wicaksono • 11 Mei 2026 14:04
Ringkasnya gini..
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memutuskan menunda penerapan kebijakan royalti baru untuk sejumlah komoditas tambang seperti tembaga, timah, nikel, emas, dan perak.
  • Bahlil mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pemerintah menerima berbagai masukan dari kalangan industri dan publik terkait rencana kenaikan tarif royalti tambang.
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memutuskan menunda penerapan kebijakan royalti baru untuk sejumlah komoditas tambang seperti tembaga, timah, nikel, emas, dan perak. Pemerintah disebut masih menyusun skema yang dinilai lebih seimbang bagi negara maupun pelaku usaha.
 
Bahlil mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pemerintah menerima berbagai masukan dari kalangan industri dan publik terkait rencana kenaikan tarif royalti tambang.
 
Baca juga:  Pemerintah Lagi Cari Energi Lokal yang Lebih Murah, Gas CNG Bakal Gantikan LPG?      

“Setelah mendengar masukan dari publik dan teman-teman pengusaha, maka ini saya akan pending untuk membangun formulasi yang baik, yang saling menguntungkan,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, dikutip dari Antara.
 
Menurut dia, pemerintah ingin memastikan aturan baru nantinya tetap mampu meningkatkan penerimaan negara tanpa membebani dunia usaha secara berlebihan.

Ia menegaskan pembahasan terkait perubahan tarif royalti yang dilakukan dalam sidang dengar pendapat pada 8 Mei 2026 masih bersifat sosialisasi dan belum menjadi keputusan final.
 
“Target Juni masih kami kaji lagi. Kalau memang harus dibuat formulasi baru, tentu yang tidak merugikan pengusaha tetapi pendapatan negara juga tetap optimal,” katanya.

Sentimen Pasar Ikut Terpengaruh

Pernyataan Bahlil muncul di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin pagi.
 
IHSG dibuka turun 9,46 poin atau sekitar 0,14 persen ke level 6.959,94. Analis Ekuitas PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Hari Rachmansyah menilai pergerakan pasar dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi kombinasi sentimen global dan rencana kebijakan royalti tambang.
 
Menurut Hari, pasar sebelumnya menganggap kebijakan kenaikan royalti sudah mendekati tahap implementasi karena sempat ditargetkan berlaku mulai Juni 2026.
 
Ia menyoroti komoditas emas sebagai salah satu sektor yang paling sensitif terhadap rencana tersebut. Pasalnya, kenaikan tarif royalti pada batas bawah disebut mencapai hingga 100 persen di tengah harga emas dunia yang masih tinggi.
 
Sementara itu, komoditas timah dinilai menghadapi tekanan lebih besar karena kenaikan tarif terjadi pada batas bawah maupun atas rentang royalti. Kondisi tersebut berpotensi menambah beban industri di tengah fluktuasi pasar global.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan