Pelajar Indonesia di Iran sedang berdiskusi mengenai tagihan dan pasokan listrik hingga gas di saat perang. Foto: Instagram/hpiiran
Pelajar Indonesia di Iran sedang berdiskusi mengenai tagihan dan pasokan listrik hingga gas di saat perang. Foto: Instagram/hpiiran

Tak Terdampak Perang, Pelajar RI Ungkap Biaya Listrik hingga Gas Super Murah di Iran

Annisa ayu artanti • 08 April 2026 11:45
Ringkasnya gini..
  • Tagihan listrik dan air di Iran hanya sekitar Rp5.000–Rp10.000 per bulan.
  • Gas menggunakan pipa, biaya sekitar Rp22.000 per bulan per rumah.
  • Pasokan energi tetap stabil meski Iran dalam situasi konflik.
Jakarta: Di tengah situasi konflik yang masih berlangsung, biaya kebutuhan energi di Iran justru tetap stabil dan sangat terjangkau. Hal ini diungkap langsung oleh seorang pelajar Indonesia yang telah tinggal selama dua bulan di negara tersebut.
 
Dalam akun Instagram Himpunan Pelajar Indonesia-Iran (HPI-Iran) pengalaman ini menunjukkan perbedaan signifikan antara sistem energi di Iran dengan di Indonesia, khususnya dalam hal tarif dan mekanisme pembayaran.

Tagihan energi diinformasikan via SMS dari pemerintah

Pelajar tersebut menjelaskan bahwa tagihan listrik hingga gas di Iran dikirim langsung melalui pesan singkat (SMS) dari pemerintah, lengkap dengan tautan pembayaran online.
 
“Kita kalau di sini, per 2 bulan atau per 3 bulan sekali kita tuh dapet SMS langsung dari pemerintah atau dari pusat untuk urusan tagihan gas, air, dan listrik. Kayak seperti contohnya yang ada di sini,” katanya sambil menunjukkan SMS beserta link pembayarannya yang dikutip pada Rabu, 8 April 2026.

Sistem ini dinilai praktis karena pengguna hanya perlu membuka tautan dan langsung melakukan pembayaran secara digital.

Biaya air dan listrik sangat murah

Dari contoh tagihan yang diterima, biaya air tercatat sekitar 185 Rial untuk dua bulan, atau setara kurang lebih Rp20 ribu. Artinya, per bulan hanya sekitar Rp10 ribu.
 
“Per dua bulan? Ini sekitar 20 ribu per dua bulan, 20 ribu rupiah per dua bulan. Jadi per bulannya cuma 10 ribu rupiah,” sebutnya.
 
Sementara itu, biaya listrik bahkan lebih murah. Untuk dua bulan, tagihan listrik hanya sekitar 83 Rial untuk dua bulan atau sekitar Rp10 ribu.
 
“83 two months, itu dua bulan. Jadi sekitar per dua bulan itu sekitar Rp10 ribu. Jadi per bulannya Rp5 ribu," sebutnya lagi.
 
Baca juga: Tarif Listrik April-Juni 2026 Tak Naik, PLN Jamin Jaga Keandalan

Daya listrik besar, enggak pernah jeglek

Menariknya, meski tarif listrik murah, kapasitas daya di rumah tergolong besar dan stabil.
 
“Ketika kita nyalakan semua itu, kulkas, AC, mesin cuci, rice cooker, setrikaan. Dan di sini wattnya memang kayaknya tinggi-tinggi, tapi enggak pernah jeglek,” tuturnya.
 
Hal ini berbeda dengan kondisi di Indonesia, di mana penggunaan banyak perangkat listrik secara bersamaan sering menyebabkan listrik turun.

Gas pakai pipa, biaya tetap terjangkau

Untuk kebutuhan gas, sistem yang digunakan juga berbeda. Di Iran, gas tidak menggunakan tabung, melainkan disalurkan langsung melalui pipa ke rumah.
 
“Kalau buat gas, di sini kita enggak pakai tabung gas. Kita pakainya di tembok-tembok rumah itu, pipa-pipa," jelasnya.
 
Biaya gas diperkirakan sekitar 600 Rial untuk dua hingga tiga bulan, atau setara Rp22 ribu per bulan untuk satu rumah yang dihuni beberapa orang.

Tetap stabil meski dalam situasi perang

Yang menarik, pasokan energi di Iran disebut tetap normal meski negara tersebut sedang berada dalam situasi konflik.
 
“Iya, kalau selama perang yang sudah 32 hari ini. Jadi semuanya aman, lancar.”

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan