Ilustrasi MPMX. Foto: Dok istimewa
Ilustrasi MPMX. Foto: Dok istimewa

MPMX Catat Laba Bersih Tumbuh 8% Kuartal I-2026:

Annisa ayu artanti • 30 April 2026 20:45
Ringkasnya gini..
  • MPMX sukses catat pertumbuhan laba bersih 8% YoY menjadi Rp173 miliar di Q1 2026 berkat efisiensi operasional dan kualitas aset yang terjaga.
  • Meski pendapatan turun 4%, margin laba kotor MPMX membaik menjadi 9,1%, didorong oleh performa kuat lini ritel, purna jual, dan penyewaan kendaraan.
Jakarta: Memasuki awal tahun 2026, dinamika industri otomotif memang penuh dengan kejutan. Namun, bagi PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) tantangan pasar justru menjadi ajang pembuktian strategi jitu. 
 
Meskipun angka pendapatan sempat terkoreksi tipis, MPMX sukses membalikkan keadaan dengan mencetak pertumbuhan laba.
 
​Grup CFO MPMX, Beatrice Kartika, menyampaikan, tantangan dari perlambatan ekonomi masih terasa di sektor otomotif hingga kuartal I tahun ini. 

Fokus Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas, berhasil mendorong efisiensi operasional, memperkuat profitabilitas, serta menerapkan disiplin dalam pengelolaan risiko, khususnya pada segmen pembiayaan. 
 
"Kami optimis MPMX dapat terus menjaga ketahanan kinerja secara berkelanjutan," tuturnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 April 2026.
 
Baca juga: MPMX Perkuat Implementasi ESG

Emiten berkode MPMX ini merilis laporan keuangan tidak diaudit untuk periode kuartal I- 2026. Pada periode ini perseroan mencatat pendapatan bersih sebesar Rp4 triliun, atau menurun 4 persen secara tahunan (YoY), mencerminkan penyesuaian pada beberapa lini usaha. 
 
Meskipun demikian, perseroan berhasil menjaga kinerja profitabilitas, dengan laba kotor meningkat 3 persen YoY menjadi Rp365 miliar dan margin laba kotor membaik menjadi 9,1 persen dari 8,5 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. 
 
Laba usaha juga meningkat sebesar 6 persen YoY menjadi Rp193 miliar, dengan margin laba usaha naik menjadi 4,8 persen dari 4,3 persen, mencerminkan peningkatan efisiensi operasional. 
 
Sejalan dengan itu, laba bersih tercatat tumbuh 8 persen YoY menjadi Rp173 miliar, dengan margin laba bersih meningkat menjadi 4,3 persen dari 3,8 persen pada pada periode yang sama tahun lalu. 
 
Secara segmentasi, kinerja Perseroan menunjukkan dinamika yang beragam dengan fokus pada penguatan kualitas pendapatan dan efisiensi. 
 
Pada segmen bisnis distribusi dan ritel kendaraan roda dua, MPMulia mencatatkan kinerja operasional yang beragam, dengan penurunan penjualan sepeda motor pada bisnis distribusi yang sebagian diimbangi oleh pertumbuhan di bisnis ritel serta kestabilan pendapatan purna jual. 
 
Bisnis distribusi mencatatkan penurunan pendapatan penjualan sepeda motor sebesar 5 persen YoY, sementara pendapatan purna jual meningkat sebesar 4 persen YoY. Pada bisnis ritel, pendapatan penjualan meningkat sebesar 3 persen YoY, meskipun pendapatan purna jual mengalami penurunan tipis sebesar 2 persen YoY.  
 
Sebagai hasilnya, pendapatan bersih segmen ini menurun 3 persen YoY menjadi Rp3,7 triliun. Namun demikian, laba kotor meningkat 2 persen YoY menjadi Rp321 miliar, dengan margin yang membaik menjadi 8,5 persen dari 8 persen, mencerminkan pengelolaan biaya yang lebih optimal serta kontribusi yang lebih baik dari lini bisnis ritel dan purna jual. 
 
Pada segmen bisnis asuransi, MPMInsurance mencatat penurunan pendapatan sebesar 17 persen YoY menjadi Rp204 miliar, terutama dipengaruhi oleh penurunan kontribusi pada lini kendaraan bermotor dan properti. Namun, kinerja operasional menunjukkan perbaikan, tercermin dari penurunan biaya pendapatan sebesar 22 persen YoY yang mendorong peningkatan hasil layanan asuransi sebesar 10 persen YoY menjadi Rp44 miliar. 
 
Selain itu, hasil investasi meningkat 34 persen YoY menjadi Rp12 miliar, didukung oleh peningkatan pendapatan lainnya. Di segmen bisnis penyewaan kendaraan, MPMRent mencatat aktivitas operasional yang lebih moderat, dengan pendapatan menurun 4 persen YoY menjadi Rp368 miliar. 
 
Meskipun demikian, laba kotor meningkat 9 persen YoY menjadi Rp83 miliar, dengan margin laba kotor yang membaik signifikan menjadi 22,6 persen dari 19,9 persen dari periode yang sama di tahun lalu. 
 
Peningkatan ini didorong oleh penurunan harga pokok penjualan, peningkatan profitabilitas pada bisnis penyewaan kendaraan, serta kontribusi yang lebih kuat dari penjualan mobil bekas. 
Sementara itu, di segmen bisnis pembiayaan, JACCS MPMFinance Indonesia mencatat penurunan pendapatan sebesar 43 persen YoY sejalan dengan strategi perseroan yang lebih selektif dan berfokus pada kualitas aset. 
 
Langkah ini diikuti dengan penurunan beban operasional sebesar 40 persen YoY menjadi Rp160 miliar, serta penurunan beban provisi dan biaya terkait aset, sehingga rugi bersih berhasil ditekan sebesar 23 persen YoY menjadi Rp38 miliar. 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan