Wamendag Jerry Sambuaga. Foto: dok Biro Humas Kemendag.
Wamendag Jerry Sambuaga. Foto: dok Biro Humas Kemendag.

Kemendag: UMKM Perempuan Diproyeksikan Kelola Usaha Senilai USD135 Miliar di 2025

Media Indonesia • 30 November 2022 16:08
Jakarta: Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga optimistis kaum perempuan tak hanya menjadi sosok guru keluarga, tetapi juga perekonomian nasional. Pada 2025, di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), para perempuan pengusaha ini diproyeksikan akan berhasil mengelola usahanya sebesar USD135 miliar.
 
"Partisipasi perempuan dalam dunia usaha semakin meningkat. Pada 2021, tercatat perempuan mengelola 64,5 persen dari total UMKM di Indonesia. Pada 2025, UMKM yang dikelola perempuan diproyeksikan mencapai USD135 miliar. Semua angka tersebut menunjukkan, perempuan memiliki potensi yang luar biasa dan tidak lepas dari upaya memajukan perekonomian di Indonesia," kata Jerry dalam keterangan resmi, Rabu, 30 November 2022.
 
Menurutnya, di tengah ketidakpastian dampak pandemi terhadap UMKM, perempuan pengusaha menunjukkan ketangguhan. Riset United Nations Development Programme (UNDP) tentang dampak pandemi terhadap UMKM di Indonesia menemukan, usaha yang dikelola perempuan lebih mampu bertahan dibandingkan laki-laki. "Ketangguhan ini ditunjukkan melalui adaptasi UMKM perempuan yang memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana distribusi utama," jelasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wamendag menambahkan, di tingkat usaha mikro, tercatat 52 persen dari 64 juta pelaku usaha mikro di Indonesia adalah perempuan. Untuk tingkat usaha kecil, 56 persen dari 193 ribu pemilik usaha kecil adalah perempuan. Untuk usaha menengah, 34 persen dari 44,7 ribu pelaku usaha adalah perempuan.
 
"Mengenai keragaman atau ragam produk yang ditawarkan UMKM, kita juga melihat betapa banyaknya produk yang berhubungan dengan perempuan, seperti produk fesyen, kuliner, kecantikan, dan kerajinan tangan. Ini semua adalah potensi perdagangan dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pengadaan barang dan jasa kita," imbuhnya.
 
Wamendag Jerry mengatakan, menyadari pentingnya peran perempuan dan UMKM dalam kehidupan ekonomi Indonesia, Kementerian Perdagangan berupaya meningkatkan kontribusi perempuan dan UMKM dalam perdagangan Indonesia. Kementerian Perdagangan juga telah memfasilitasi 500 UMKM melalui program digitalisasi untuk bermitra dengan peritel dan lokapasar modern. Selain itu, pendampingan ekspor juga dilakukan melalui export coaching program kepada 300 UKM di sepuluh wilayah.
 
"Kementerian Perdagangan akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung peningkatan peran partisipasi perempuan. Partisipasi dan inisiatif dari pemangku kepentingan terkait, termasuk ITC dan Unilever, akan menjadi kolaborasi yang efektif untuk membangun ekosistem wirausaha perempuan dalam mengadaptasi tantangan global," ujar Wamendag.
 
Baca juga: Perempuan Bisa Wujudkan Indonesia Jadi Bangsa Besar

 
Kementerian Perdagangan mencatat, ekonomi Indonesia tumbuh positif sebesar 5,72 persen (yoy) pada kuartal III-2022 di tengah ketidakpastian pertumbuhan ekonomi global. Ketahanan ekonomi dan perdagangan Indonesia ditopang pertumbuhan ekspor yang tumbuh 30,97 persen (yoy) pada Januari-Oktober 2022.
 
Pertumbuhan ini juga membawa surplus neraca perdagangan selama 30 bulan sejak Mei 2020. Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus USD45,52 miliar atau menjadi yang tertinggi dalam sejarah.
 
Dalam perdagangan dalam negeri, UMKM merupakan salah satu penopang perekonomian Indonesia. Hampir 99,9 persen pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM. Pada 2021, kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 60,5 persen sedangkan kontribusinya terhadap ekspor nonmigas mencapai 14,3 persen.
(FICKY RAMADHAN)
 
*Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id*

 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif