Melansir Media Indonesia, Rabu, 2 November 2022 Dalam laporan World Economic Outlook IMF edisi Oktober 2022 disebutkan daftar yang dikeluarkan IMF mengacu pada tingkat Gross Domestic Product atau Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang mengacu Purchasing Power Parity (PPP).
Indonesia mencatatkan PDB sebesar USD4,02 triliun pada 2022. PPP merupakan salah satu ukuran perbandingan nilai mata uang yang ditentukan oleh daya beli uang tersebut terhadap barang dan jasa di tiap-tiap negara.
Dari dari daftar tersebut, posisi tiga teratas ditempati Tiongkok dengan PDB sebesar USD30 triliun, diikuti Amerika Serikat USD25 triliun, dan India dengan USD11,6 triliun.
| Baca juga: KTT G20 Bali Berikan Manfaat Ekonomi dan Infrastruktur |
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meyakini, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus melesat sampai akhir 2022.
Dia juga membuat skenario terkait tantangan yang akan dihadapi pada 2020. Optimisme tersebut muncul karena Indonesia konsisten mencatat pertumbuhan ekonomi di atas lima persen selama tiga kuartal beruntun sejak triwulan IV-2021 dan masih akan terus berlanjut sampai tiga bulan terakhir di tahun ini.
"Masyarakat kita dihadapkan pada ekonomi yang lagi tumbuh bagus. Tiga kuartal berturut-turut kita tumbuh di atas lima (persen)," katanya beberapa waktu lalu.
Menurutnya, optimisme serupa turut terpancar dari tingkat inflasi, yang meskipun naik tapi tidak separah negara lain. Begitu juga untuk nilai tukar rupiah, yang meski terkena depresiasi tapi masih slightly better than others.
"Indonesia punya banyak alasan untuk optimistis dan maju," jelasnya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News