Ilustrasi. FOTO: MI/Amiruddin
Ilustrasi. FOTO: MI/Amiruddin

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Minta Peraturan yang Tekan Harga TBS Dicabut

Antara • 07 Juli 2022 17:03
Jakarta: Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) meminta pemerintah untuk mencabut peraturan yang menekan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit petani. Hal itu dinilai penting guna mendongkrak kembali penjualan komoditas tersebut.
 
Ketua Umum DPP Apkasindo Gulat Manurung menyatakan selama dua bulan terakhir harga TBS sawit mengalami penurunan di 22 provinsi penghasil sawit, bahkan harga TBS petani swadaya hari ini berada di bawah Rp1.000 per kg.
 
"Pemerintah harus gerak cepat untuk mendongkrak harga TBS petani dengan cara mencabut peraturan yang menekan harga TBS petani. Peraturan tersebut adalah BK (bea keluar), PE (pajak ekspor), DMO-DPO (domestic market obligation-domestic price obligation), dan FO (flush-out)," ujarnya, dilansir dari Antara, Kamis, 7 Juli 2022.
Baca: G20 Rekomendasikan Ada Intervensi Teknologi di Sektor Pertanian

Gulat mengatakan saat ini Pabrik Kelapa Sawit (PKS) didesak petani untuk membeli TBS mereka, namun tangki timbun pabrik sudah penuh, demikian juga dengan refinery terkendala di kecepatan ekspor karena banyaknya hambatan yang harus dilalui.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal senada dinyatakan petani sawit swadaya asal Rokan Hilir, Provinsi Riau Bobby Sinaga yang meminta pemerintah untuk segera mengatasi anjloknya harga tandan buah segar sawit karena tak bisa menutup beban biaya produksi.
 
Kebijakan percepatan ekspor sawit dinilai belum maksimal lantaran banyaknya hambatan regulasi dan tarif pungutan maupun bea keluar. "Intinya kami berharap ada pembenahan kebijakan dari pemerintah agar dapat mendongkrak harga TBS petani,” pungkasnya.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif