Ilustrasi pelunasan utang Waskita Karya tahap II - - Foto: dok AFP
Ilustrasi pelunasan utang Waskita Karya tahap II - - Foto: dok AFP

Waskita Lunasi Obligasi Rp1,15 Triliun

Ekonomi BUMN obligasi waskita karya
Husen Miftahudin • 16 Oktober 2020 15:36
Jakarta: PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah melunasi obligasi sebesar Rp1,15 triliun yang jatuh tempo pada 16 Oktober 2020. Dana pelunasan telah efektif masuk ke Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada Kamis siang, 15 Oktober 2020.
 
"Dana sudah kami sampaikan ke KSEI dan sudah efektif untuk dapat didistribusikan kepada para pemegang obligasi," kata Senior Vice President Corporate Secretary Waskita Ratna Ningrum dalam keterangan resminya, Jumat, 16 Oktober 2020.
 
Adapun obligasi jatuh tempo yang dimaksud adalah Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2015 Seri B senilai Rp1,15 triliun. Obligasi bertenor lima tahun tersebut memiliki tingkat bunga sebesar 11,10 persen serta mendapatkan peringkat idBBB+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ratna menjelaskan transaksi tersebut menjadi pelunasan obligasi kedua untuk Waskita selama Oktober 2020. Pada 6 Oktober 2020, Waskita telah terlebih dahulu melunasi obligasi senilai Rp1,37 triliun, sehingga total pelunasan obligasi Waskita pada Oktober adalah sebesar Rp2,52 triliun.
 
"Seluruh pelunasan obligasi tersebut menggunakan dana yang berasal dari kas internal perusahaan dan juga fasilitas perbankan," paparnya.
 
Selain itu, Waskita juga saat ini tengah fokus dalam mengejar target kinerja, di antaranya perolehan nilai kontrak baru. Hingga 30 September 2020, emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 19 Desember 2012 telah mencatatkan perolehan nilai kontrak baru sebesar Rp12,2 triliun.
 
"Pencapaian tersebut masih ditopang oleh proyek-proyek infrastruktur konektivitas dan pengairan," ungkap Ratna.

 
Waskita tetap optimistis untuk mencapai target nilai kontrak baru sebesar Rp26 triliun hingga Rp27 triliun di akhir tahun ini. Saat ini Waskita tengah mengikuti beberapa tender proyek jalan tol, pengairan, dan pipanisasi serta beberapa proyek yang berlokasi di luar negeri.
 
Waskita saat ini juga fokus melakukan berbagai strategi sebagai upaya memperkuat kemampuan keuangan. Di antaranya percepatan koleksi piutang termin proyek, optimalisasi belanja modal, efisiensi beban usaha, serta pelepasan ruas jalan tol.
 
Kini, Waskita tengah memprioritaskan pelaksanaan pelepasan beberapa ruas jalan tol melalui skema tender, penerbitan Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT), dan pelepasan kepada mitra pemegang saham. Ruas tol yang akan dilepas kepemilikannya di antaranya ruas tol di Trans Jawa dan wilayah Jabodetabek.

 
"Dengan dilaksanakannya beberapa transaksi pelepasan ruas tol tersebut dapat berpotensi mengurangi utang berbunga perseroan sekitar Rp19 triliun hingga Rp20 triliun di 2020," papar Ratna.
 
Selain pelepasan jalan tol, Waskita juga tengah mengejar target penerimaan kas di kuartal IV-2020. Adapun total potensi nilai penerimaan kas yang ditargetkan mencapai Rp13 triliun, baik dari pembayaran termin proyek maupun pengembalian dana talangan tanah.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif