Ilustrasi minuman herbal - - Foto: Medcom
Ilustrasi minuman herbal - - Foto: Medcom

Kemenperin Yakin Industri Obat Herbal RI akan Berkembang

Ekonomi Kementerian Perindustrian obat herbal
Ilham wibowo • 14 Oktober 2020 13:57
Jakarta: Kementerian Perindustrian meyakini industri obat herbal dalam negeri akan berkembang pesat seiring ketersediaan bahan baku alam yang melimpah. Bahan baku tersebut akan menjadi modal utama dalam memproduksi obat secara mandiri.
 
"Indonesia memiliki keanekaragaman hayati terbaik di dunia seperti jahe, lempuyang, pala, nilam dan lain-lain, yang tentunya bisa menjadi modal utama dalam membangun kemandirian untuk memproduksi obat," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Doddy Rahadi melalui keterangan tertulis, Rabu, 14 Oktober 2020.
 
Doddy menambahkan pihaknya tengah mendorong pengembangan obat tradisional menjadi obat modern asli Indonesia (OMAI) berupa Obat Herbal Terstandar (OHT) dan Fitofarmaka. Guna mencapai sasaran ini, sejumlah satuan kerja di bawah BPPI akan berupaya menghasilkan inovasi yang dibutuhkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Contohnya adalah Balai Besar Kimia dan Kemasan (BBKK) Jakarta yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang tersebut, termasuk untuk mengembangkan fasilitas produksi guna mendorong pertumbuhan industri OMAI," paparnya.
 
Saat ini, BBKK Jakarta dalam proses merancang pembangunan fasilitas House of Wellness yang bakal dilengkapi dengan mini plant bersertifikasi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB), Smart Laboratory (R&D serta QC), Centre of Essential Oils (Learning Factory dan Laboratorium Essential Oils Authentication) dan soft computing room.
 
"Program ini termuat dalam roadmap pengembangan fitofarmaka BBKK 2021-2026," ujar Doddy.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif