Ilustrasi. Foto: Antara/Aguk Sudarmojo
Ilustrasi. Foto: Antara/Aguk Sudarmojo

Petrogas Lanjutkan Kelola Blok Kepala Burung

Ekonomi skk migas gas skema gross split
Suci Sedya Utami • 15 Oktober 2020 21:32
Sorong: RH Petrogas Ltd melalui anak usahanya Petrogas (Basin) Ltd kembali mengelola Blok Kepala Burung yang berlokasi di Kabupaten Sorong, Papua Barat. Petrogas akan mengelola Blok tersebut hingga 14 Oktober 2040 seperti yang tertuang dalam kontrak gross split yang telah ditandatangani.
 
Deputi Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Julius Wiratno berharap agar Petrogas bisa mempertahankan peningkatan produksi dan membuat langkah-langkah efisiensi pada wilayah kerja yang sudah berumur tersebut dan diharapkan mengelola secara ramah lingkungan.
 
“Melihat capaian-capaian itu, sungguh suatu kebanggan tersendiri. Ini bisa dicapai karena semua Organisasi mendukung kegiatan dengan sangat baik,” kata Julius dalam serah terima pengelolaan blok secara virtual, Kamis, 15 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan kontrak gross split diharapkan akan menciptakan efisiensi, dan menghasilkan kegiatan yang efektif dan masif. Petrogas (Basin) Ltd juga diharuskan melakukan kegiatan eksplorasi untuk mengembangkan potensi jangka panjang.
 
"Budaya efisiensi ini akan menjadi kunci sukses pengelolaan WK Kepala Burung di masa depan. Selanjutnya SKK Migas akan tetap berkoordinasi dengan Petrogas (Basin) Ltd., baik menyelesaikan administrasi rezim kontrak sebelumnya maupun pengelolaan aset di masa depan,” kata Deputi Komersial SKK Migas Arief Setyawan Handoko.
 
Sementara itu Petrogas menilai perpanjangan kontrak Blok Kepala Burung ini menunjukkan kepastian arah investasi RH Petrogas Ltd. yang berkantor pusat di Singapura melalui anak perusahaannya Petrogas (Basin) Ltd untuk manjadikan Indonesia sebagai core business ke depannya. Setelah sebelumnya menerima penunjukkan sebagai operator alih kelola Blok Salawati pada April melalui anak usahanya Petrogas (Island) Ltd.
 
Lokasi geografis dari kedua Wilayah Kerja Kepala Burung dan Salawati yang berdekatan satu sama lain akan dapat memberikan sinergi yang menguntungkan untuk kemajuan dan kemudahan operasi keduanya, sehingga bisa meningkatkan produksi minyak dan gas bumi yang diperuntukan seluruhnya bagi kebutuhan dalam negeri.
 
"Khususnya Papua Barat,” kata President Petrogas Companies in Indonesia, Syafri Syafar.
 
Blok Kepala Burung memiliki dua fasilitas produksi. Pertama adalah Kasim Production Facility untuk fasilitas produksi minyak mentah dari Lapangan Walio, Wakamuk, Cendrawasih, Kasim, dan Jaya yang hasil produksi sepenuhnya digunakan untuk kebutuhan dalam negeri dengan dikirimkan ke kilang pengolahan Pertamina RU-VII di Kabupaten Sorong.
 
Kedua adalah Arar Gas dan LPG Plant, yang merupakan fasilitas produksi gas dari Lapangan Arar dan Klalin. Produk gas ini digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik untuk keperluan domestik, dalam hal ini pembangkit listrik di Kabupaten Sorong.
 
Dengan total luas area sekitar 850 km2, Blok Kepala Burung menghasilkan minyak sekitar 5.000 barel per hari (bph) dan lebih dari 20 juta standar kaki kubik gas per hari (mmscfd).
 


 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif