Ilustrasi pedagang daging sapi - - Foto: MI/ Ramdani
Ilustrasi pedagang daging sapi - - Foto: MI/ Ramdani

Tata Niaga Daging Nasional Perlu Dibenahi

Ekonomi kenaikan harga daging sapi harga daging
Annisa ayu artanti • 22 Januari 2021 15:30
Jakarta: Pemerintah diminta membenahi tata daging nasional. Pasalnya, banyak pedagang daging sapi melakukan aksi mogok sehingga menyebabkan kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu mencapai Rp120 ribu per kg.
 
"Tingginya harga daging sapi perlu diatasi dengan melihat ke persoalan di hulu, salah satunya adalah rantai distribusi yang panjang. Panjangnya rantai distribusi menimbulkan biaya tambahan yang tidak sedikit yang pada akhirnya berpengaruh kepada harga jual," kata Head of Research Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Felippa Ann Amanta dalam keterangan tertulis, Jumat, 22 Januari 2021.
 
Felippa menjelaskan harga daging terbentuk melalui proses yang panjang. Pertama, pemerintah melakukan impor sapi bakalan yang harus digemukkan di Indonesia. Setelah itu, daging sapi yang dihasilkan dijual langsung ke pedagang grosir berskala besar di pasar atau melalui tengkulak yang membantu Rumah Potong Hewan (RPH) untuk mendapatkan pembeli.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tahapan selanjutnya adalah menjual daging sapi ke pedagang grosir berskala kecil. Menurutnya, proses panjang ini menimbulkan biaya tambahan yang tidak sedikit.  
 
"Fluktuasi harga pangan tentunya merupakan hal yang biasa karena perdagangan pangan tidak lepas dari dinamika pasar berdasarkan produksi, distribusi, dan permintaan. Namun, konsumsi daging sapi secara umum rendah sekali, hanya sekitar 2 kg per kapita per tahun di Indonesia," jelasnya.
 
Di sisi lain, banyak efek berantai yang disebabkan atas lonjakan harga daging tersebut. Ketika harga daging sapi naik, konsumen akan cenderung membeli komoditas lain sebagai substitusi, misalnya memilih makan ayam atau lauk lainnya.
 
Selain konsumen, para pengusaha yang menjual makanan berbahan daging sapi juga sangat terdampak. Mereka dihadapkan pada pilihan seperti menghilangkan menu daging sapi, mengurangi porsi atau bahkan menambah harga jual.

 
"Di sinilah seharusnya pemerintah bisa menilai efektivitas kebijakan yang sudah diterapkan pada daging sapi," jelasnya.  
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif