Sarang burung walet menjadi salah satu produk unggulan yang diekspor RI ke Tiongkok. Foto: Medcom.id/Nia Deviyana
Sarang burung walet menjadi salah satu produk unggulan yang diekspor RI ke Tiongkok. Foto: Medcom.id/Nia Deviyana

Pemerintah Upayakan Akses Pasar Produk Unggulan RI ke Tiongkok

Ekonomi Kementerian Perdagangan indonesia-tiongkok
Nia Deviyana • 14 Januari 2021 17:13
Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengatakan pemerintah mengupayakan peningkatan perdagangan dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Salah satunya melalui pembukaan akses pasar, baik dalam kerangka bilateral maupun multilateral.
 
Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan antara Delegasi Pemerintah Indonesia yang dipimpin Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dengan Delegasi Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang dipimpin Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi.
 
"Pertemuan dengan Delegasi Pemerintah RRT berjalan dengan baik dan kami menyampaikan beberapa hambatan perdagangan produk Indonesia untuk masuk pasar RRT, serta kelanjutan dari perjanjian perdagangan yang sudah ada dengan RRT, dalam rangka bilateral maupun multilateral," ungkap Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga yang tergabung dalam Delegasi Pemerintah Indonesia, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 14 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dijabarkan Jerry, dalam pertemuan tersebut, Pemerintah RI menyampaikan kepada Pemerintah Tiongkok untuk membuka akses pasar lebih luas untuk produk-produk Indonesia, antara lain porang (konjac chips), buah nanas segar, sarang burung walet, hewan akuatik hidup (konsumsi manusia, hias, dan breeding), dan hewan akuatik beku.
 
Selain itu, Pemerintah  Indonesia juga menyampaikan  harapannya agar mendapatkan dukungan dari Pemerintah RRT terkait produk porang Indonesia yang aksesnya dihentikan Pemerintah Tongkok pada 1 Juni 2020.
 
Produk porang Indonesia dinilai tidak memenuhi ketentuan keamanan pangan yang ditetapkan Pemerintah RRT. Namun, Indonesia telah melakukan dan menyampaikan Questionnaire for Risk Assessment of Konjac Chip from Indonesia kepada General Administration of Custom China (GACC) melalui nota diplomatik sejak 24 September 2020.
 
"Untuk itu, melalui pertemuan ini Pemerintah Indonesia mengharapkan dukungan Kementerian Luar Negeri Tiongkok agar dapat mempercepat kajian ulangnya atas asesmen risiko yang diajukan Indonesia tersebut dan kembali membuka akses produk porang Indonesia," imbuh Jerry.
 
Sedangkan untuk produk nanas segar Indonesia, Pemerintah Indonesia mengharapkan agar proses penyelesaian isu pembukaan akses pasar buah nanas asal Indonesia dapat dipercepat karena telah tertunda selama lebih dari empat tahun.
 
"Pemerintah Indonesia  mengharapkan dukungan Pemerintah Tiongkok agar kedua negara dapat melakukan penandatanganan protokol ekspor pada 2021. Hal ini mengingat akses pasar produk buah segar asal Indonesia ke RRT masih sangat terbatas. Ada lima jenis buah yang dapat masuk ke Tiongkok yaitu salak, manggis, naga, pisang, dan kelengkeng," ujar Jerry.
 
Adapun terkait pembukaan akses pasar produk hewan akuatik hidup (tujuan konsumsi manusia, hias, dan breeding), Pemerintah Indonesia mengharapkan dukungan Pemerintah RRT agar kedua negara dapat segera menyelesaikan pembahasan Protocol on Inspection and Quarantine Requirements for the Exit-Export of Aquatic Animals, sehingga dapat ditandatangani pada tahun ini.
 
Usulan Pemerintah Indonesia atas registrasi eksportir hewan akuatik hidup asal Indonesia juga diharapkan dapat segera diproses GACC. Selain itu, Indonesia berharap agar isu hambatan nontarif bagi produk hewan akuatik beku (frozen seafood) ke pasar RRT dapat segera diselesaikan.
 
Sementara terkait produk sarang burung walet, Pemerintah Indonesia mengajukan agar Pemerintah RRT dapat memberikan bimbingan teknis bagi perusahaan sarang burung walet Indonesia sehingga dapat memenuhi ketentuan kapasitas dan syarat eksportasi ke RRT.
 
Adapun Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara eksportir sarang burung walet ke Tiongkok dengan pangsa pasar sebesar 75,3 persen. Nilai impor sarang burung walet RRT dari Indonesia pada periode Januari-November 2020 mencapai USD350,93 juta atau meningkat sebesar 88,6 persen dari periode yang sama pada 2019 yang mencapai USD186,07 juta.
 
"Kami berharap di 2021 Pemerintah Tiongkok bisa membuka akses lebih luas bagi produk sarang burung walet dan buah nanas Indonesia untuk memenuhi permintaan masyarakat Tiongkok yang cukup tinggi," pungkas Jerry.
 
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif