Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Asosiasi E-Commerce Tabuh Genderang Perang untuk Barang Palsu

Husen Miftahudin • 23 Februari 2022 21:03
Jakarta: Asosiasi E-Commerce Indonesia atau Indonesian E-Commerce Association (IdEA) berkomitmen untuk memerangi produk palsu atau bajakan hingga melakukan penghapusan terhadap produk yang melanggar hak cipta.
 
"IdEA rutin untuk mengingatkan para anggotanya untuk tetap berhati-hati dan mengawasi segala bentuk penjualan yang ada di e-commerce anggota kami dengan mengikuti peraturan yang ada," tegas Ketua Umum IdEA Bima Laga, dalam keterangan resminya, Rabu, 23 Februari 2022.
 
Bima menyebutkan, ada tiga e-commerce populer di Indonesia yakni Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee yang masuk ke daftar Notorius Market List 2021. Notorious Market List yang dirilis Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat atau United States Trade Representative (USTR) merupakan daftar tahunan yang membantu meningkatkan kesadaran publik dan mendorong perusahaan terkait memerangi barang bajakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun Shopee dinilai memiliki prosedur pemberitahuan dan penghapusan yang memberatkan, terdesentralisasi, tidak efektif, dan lambat. E-commerce asal Singapura itu juga disebut belum memiliki lingkungan di mana penjual terhalang untuk menawarkan barang palsu, sebagian karena sanksi yang tidak memadai, dan tidak adanya kerja sama yang dilakukan Shopee dengan pemegang hak dalam investigasi.
 
Sementara Bukalapak dinilai telah melakukan perbaikan pada sistem anti-pemalsuannya, termasuk protokol pemeriksaan penjual dan proses penghapusan. Namun, pemegang hak tetap khawatir bahwa protokol ini tidak cukup mencegah penjual barang palsu mendaftar ke platform.
 
Di sisi lain, Tokopedia dinilai telah melakukan peningkatan dalam sistem pelaporan dan penghapusan, serta meningkatkan keterlibatan dengan berbagai merek untuk mengatasi kekhawatiran tentang pemalsuan di platformnya.
 
Tokopedia telah menerbitkan microsite perlindungan hak intelektual, menerapkan pengawasan proaktif, menerapkan penalti bagi pelanggar hak intelektual, menjalankan kemitraan dengan pemilik merk, serta menjalankan kampanye kesadaran pentingnya perlindungan hak intelektual untuk pengguna dan konsumen.
 
Berdasarkan data di microsite Tokopedia, sepanjang 2021 Tokopedia telah bekerja sama dengan lebih dari 12 ribu merek atau prinsipal untuk melindungi kekayaan intelektual serta menutup lebih dari 25 ribu toko yang melanggar Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
 
Menurut Bima, persoalan peredaran produk palsu bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di e-commerce negara lain. Jika terdapat komplain atas barang yang diduga melanggar hak cipta, maka pihak pemegang merek atau brand dapat menyampaikan keberatan kepada pihak penjual, bukan kepada e-commerce.
 
Ia memberikan contoh, jika merek A milik Amerika Serikat (AS) ditiru produknya, maka mereka yang harus melakukan komplain. Keberatan atas produk yang ditiru bukan disampaikan oleh asosiasi ataupun pihak lainnya.
 
"Ketika mereka kirim keberatan atas dugaan pelanggaran hak cipta di e-commerce, barulah platform bertindak dengan mematuhi segala aturan, tentunya dengan cara take down produk. Itu mungkin hal yang paling jauh dilakukan platform," tegas Bima.
 
Sebelumnya, IdEA juga telah melakukan perjanjian kerja sama dalam mendukung kebijakan perlindungan hukum atas kekayaan intelektual. Terdapat lima e-commerce yang melakukan kerja sama ini yakni Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada, dan Blibli.com. Selain itu, e-commerce lain harus terus melakukan berbagai langkah untuk mencegah peredaran barang bajakan pada platformnya masing-masing.
 
"Komitmen ini sebagai bentuk lanjutan dukungan industri e-commerce pada Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang berupaya untuk mendorong bangkitnya kembali perekonomian pelaku UMKM yang sempat terdampak pandemi dan mempersiapkan mereka untuk semakin settle di industri digital," tutup Bima.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif