Ilustrasi kabin firstclass - - Foto: dok Garuda
Ilustrasi kabin firstclass - - Foto: dok Garuda

Kenaikan Tiket Pesawat Diusulkan untuk Kelas Bisnis

Insi Nantika Jelita • 15 Maret 2022 21:14
Jakarta: Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (Apjapi) Alvin Lie mengusulkan kenaikan tiket pesawat hanya menyasar kelas bisnis atau business class.  
 
Hal ini menyusul kenaikan harga avtur yang melonjak akibat konflik Rusia-Ukraina yang bakal berdampak pada biaya operasional perusahaan maskapai.
 
"Kemungkinan kenaikan (tiket pesawat) itu bisa lebih banyak dibebankan pada business class. Kalau naik ya seminimal mungkin juga," ujarnya dalam konferensi pers Apjapi secara virtual, Selasa, 15 Maret 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Alvin menekankan rencana kenaikan tarif pesawat sebaiknya tidak permanen. Dia tak setuju jika Kementerian Perhubungan memberlakukan kenaikan tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB) dalam waktu dekat.
 
"Kami juga berharap pertimbangan ini bukan permanen. Kami ingin airline memberlakukan harga tiket yang fleksibel," terang dia.
 
Pengamat penerbangan ini memaklumi jika ada rencana kenaikan tiket pesawat karena harga avtur yang melambung. Namun, jika konflik Rusia-Ukraina meredam, diharapkan harga tiket bisa kembali normal kedepannya.
 
PT Pertamina (Persero) sendiri telah menaikkan harga bahan bakar pesawat atau avtur sebesar USD1,5 per liter yang berlaku dari 1-14 Maret 2022. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Denon Prawiraatmadja mendukung soal rencana penyesuaian tarif pesawat untuk menggeliatkan bisnis maskapai.  
 
Pasalnya, banyak perusahaan maskapai yang mengalami masalah finansial karena sepinya penumpang akibat kondisi pandemi.
 
"Apabila pertimbangan ini disepakati seluruh maskapai, tentu akan menjadi relaksasi bagus bagi maskapai. Karena banyak dari mereka yang tengah recovery akibat covid-19," ucapnya.  
 
Di satu sisi, dia berharap wacana kebijakan tersebut tidak membebankan masyarakat di tengah animo masyarakat untuk berwisata saat ada pelonggaran syarat penerbangan domestik. Hal ini guna menjaga momentum pemulihan ekonomi dan pariwisata di Tanah Air.

 
"Industri penerbangan menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia, tapi jangan masyarakat mengorbankan hal besar," tutupnya.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif