NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: MI/Tri Handiyatno
Ilustrasi. FOTO: MI/Tri Handiyatno

Kurangi Operasional Kantor Layanan

Bank DKI Imbau Nasabah Transaksi Nontunai

Ekonomi bank dki
Angga Bratadharma • 24 Maret 2020 09:43
Jakarta: Bank DKI memutuskan melakukan pengurangan operasional kantor layanan baik jumlah kantor layanan yang beroperasi maupun jam operasional mulai 23 Maret 2020 sampai 5 April 2020. Keputusan itu sehubungan dengan seruan Gubernur DKI Jakarta tentang Penghentian Sementara Kegiatan Perkantoran Dalam Rangka Mencegah Penyebaran Wabah Korona.
 
Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini mengatakan Bank DKI mengalihkan kantor-kantor layanan Bank DKI yang berada di rusun, kecamatan, kelurahan, dan pusat perbelanjaan, serta Gerai Samsat ke kantor layanan lainnya. Bank DKI pun melakukan perubahan jam operasional kantor layanan menjadi 08.30 sampai dengan 14.00.
 
"Secara total Bank DKI mengurangi jumlah karyawan yang bekerja di kantor hanya 30 persen," kata Herry, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa, 24 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya Bank DKI telah menerapkan kebijakan split operation di mana sebagian karyawan sudah melaksanakan aktivitas pekerjaan sehari-hari dengan bekerja dari rumah (work from home). Bank DKI pun dalam beberapa hari terakhir ini telah melakukan pengalihan layanan perbankan dari sejumlah kantor layanan kepada kantor layanan lainnya.
 
Selain melakukan pengurangan jam operasional dan jumlah kantor layanan yang beroperasi, lanjut Herry, Bank DKI juga telah melakukan upaya perlindungan kepada nasabah dan karyawan Bank DKI seperti penempatan hand sanitizer dan alat pemindai suhu di kantor pusat dan seluruh kantor layanan serta membagikan masker kepada seluruh karyawan.
 
"Bank DKI juga telah melakukan penyemprotan disinfektan di kantor layanan," kata Herry.
 
Herry menambahkan penerapan pengurangan operasional ini merupakan kebijakan sementara dengan tetap memerhatikan perkembangan dari kondisi penyebaran virus covid-19 serta dengan pengumuman atau adanya instruksi lebih lanjut dari regulator.
 
Meskipun beroperasi secara terbatas, masih kata Herry, Bank DKI kembali mengimbau agar nasabah dapat melakukan transaksi secara nontunai menggunakan aplikasi JakOne Mobile untuk nasabah perorangan dan cash management system untuk nasabah instansi dan korporasi.
 
"Hal ini kami imbau sebagai bentuk pencegahan dan perlindungan kepada nasabah dan karyawan Bank DKI melalui pembatasan kontak fisik sehingga dapat menekan angka penyebaran virus korona secara signifikan," ujar Herry.
 
Sebagai informasi, JakOne Mobile merupakan aplikasi layanan keuangan digital yang terdiri mobile banking dan dompet digital yang dapat dipergunakan untuk melakukan transaksi kebutuhan sehari-hari pada beragam merchant yang bekerja sama dengan Bank DKI.
 
Nasabah dapat melakukan transaksi transfer antar rekening ataupun antar bank, pembayaran berbagai tagihan dari rumah dengan menggunakan JakOne Mobile. Bank DKI juga mengajak nasabah dan seluruh lapisan masyarakat untuk turut membantu para korban covid-19 dan penanganan pencegahan penyebaran covid-19.
 
"Dana ini nantinya akan dipergunakan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan penyebaran covid-19. Mari kita sebarkan kebaikan bersama dengan berbagi sesama melalui Bank DKI Peduli," tutup Herry.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif