Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto : Medcom/Eko N.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto : Medcom/Eko N.

Dapat Penjaminan, Korporasi Diharap Aktif Dukung Pemulihan Ekonomi

Ekonomi Ekonomi Indonesia koperasi LPEI (Eximbank Indonesia) Padat Karya
Eko Nordiansyah • 29 Juli 2020 11:52
Jakarta: Pemerintah berharap kinerja korporasi mulai bergerak guna mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional. Apalagi saat ini pemerintah memberikan penjaminan kredit modal kerja bagi korporasi padat karya melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII).
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dukungan ini tidak kalah penting karena korporasi juga mengalami kesulitan operasional maupun kesulitan keuangan akibat pandemi covid-19. Terutama korporasi padat karya yang jika kesulitan beroperasi akan berdampak pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
 
"Program ini menjadi penting sebagai daya tahan agar korporasi bisa melakukan rescheduling, bahkan bisa meningkatkan kredit modal kerja. Terutama untuk sektor padat karya yang mempekerjakan banyak tenaga kerja," kata dia usai penandatanganan perjanjian kerja sama dan nota kesepahaman untuk program penjaminan pemerintah kepada korporasi padat karya dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 29 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menambahkan skema penjaminan kredit modal kerja kepada korporasi akan diberikan pada kredit dengan plafon Rp10 miliar sampai dengan Rp1 triliun. Serta ditargetkan menciptakan Rp100 triliun kredit modal kerja sampai dengan 2021.
 
Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), lanjut Airlangga, dirancang untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha dalam menjalankan usaha dan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi.
 
Untuk mencapai tujuan tersebut, implementasi program PEN dilakukan melalui modalitas penempatan dana ke perbankan, penjaminan kredit modal kerja, penyertaan modal negara, investasi pemerintah, serta dukungan belanja negara. Pelaksanaan kelima modalitas program PEN terus diakselerasi agar dapat segera dirasakan manfaatnya oleh dunia usaha.
 
"Dari program PEN tersebut, ada yang sudah dijalankan yaitu jaminan UMKM melalui PT Jamkrindo dan PT Askrindo. Kemudian PT SMI juga menandatangani dengan berbagai BPD," ungkapnya.
 
"Dengan demikian, program yang memfokuskan pada non UMKM dan non BUMN ini juga tidak kalah penting. Dengan terlibatnya seluruh perbankan, diharapkan semuanya bisa menyalurkan untuk melakukan restructuring sehingga ekonomi indonesia dan sektor korporasi bisa kembali seperti semula," lanjut dia.
 

(SAW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif