Perputaran uang saat mudik lebaran. Foto : MI/Tri Handiyatno.
Perputaran uang saat mudik lebaran. Foto : MI/Tri Handiyatno.

Perputaran Dana hingga Rp42 Triliun Berpotensi Mengalir Selama Mudik Idulfitri

Ekonomi Mudik Lebaran Kadin Ekonomi Indonesia Lebaran 2022 Ramadan 2022 Mudik 2022
Annisa ayu artanti • 01 Mei 2022 01:24
Jakarta: Pengusaha memperkirakan dana sebesar Rp28 triliun hingga Rp42 triliun akan mengalir dari kota ke daerah tujuan mudik selama Idulfitri 2022.
 
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang mengatakan perayaan dan masa libur Idulfitri di Indonesia merupakan momentum untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi karena menjadi puncak perputaran uang terbesar di Indonesia. Tingginya animo mudik ini akan menggerakkan perekonomian daerah dan meningkatkan produktivitas berbagai sektor usaha.
 
"Kita perkirakan akan terjadi perputaran uang dikisaran Rp28 triliun sampai dengan Rp42 triliun selama libur Idulfitri ini," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 30 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan, prediksi tersebut dengan asumsi jika jumlah yang mudik sekitar 85 juta orang dan rata-rata per keluarga tiga orang, maka jumlah yang mudik kurang lebih sekitar 28 juta keluarga.
 
"Jika rata-rata per keluarga membawa minimal Rp1 juta saja, maka uang yang mengalir ke daerah paling sedikit Rp28 triliun, jika membawa rata-rata Rp1,5 juta per keluarga maka potensi perputaran dikisaran Rp42 triliun," imbuhnya.
 
Sarman juga menjelaskan dirinya menghitung angka yang moderat dan minimal, mengingat sebagian besar keuangan masyarakat masih belum pulih. Apalagi, belum semua orang mendapatkan THR meskipun semangat pulang kampung akibat dua tahun tidak bersilaturahmi menjadi dorongan hati yang tidak dapat terbendung.
 
"Uang yang mengalir ke daerah mudik tersebut sekitar 25 persen dari uang tunai yang disiapkan Bank Indonesia untuk kebutuhan selama Idulfitri 2022 sebesar Rp175,2 triliun, meningkat 13,42 persen dari periode yang sama pada 2021. Uang tersebut sekitar 58 persen mengalir paling banyak di Pulau Jawa antara lain ke Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta, Jabodetabek, dan Banten. Kemudian ke wilayah Sumatra, Sulawesi, Kalimantan dan Bali, NTB, Maluku/Papua," paparnya.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif