Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Kinerja Satgas BLBI Diminta Lebih Ditingkatkan

Ekonomi Kasus BLBI obligor blbi BLBI Satgas BLBI
Angga Bratadharma • 19 Januari 2022 14:09
Jakarta: Kinerja Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) dalam mengembalikan hak rakyat dari para obligor dinilai belum optimal. Hal ini terlihat dari uang atau Penerimaan Negara Bukan pajak (PNBP) dan aset berupa tanah yang hanya senilai Rp9,82 triliun.
 
"Jadi, kalau kita berbicara soal target, belum terpenuhi. Angka Rp9,82 triliun ini belum mencapai 10 persen dari target Rp110 trliun," ujar Sekjen Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) Hardjuno Wiwoho, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 19 Januari 2022.
 
Padahal, terang Hardjuno, Tim Satgas BLBI ini telah efektif bekerja dalam waktu yang cukup lama yakni sekitar tujuh bulan. Hardjuno berharap Tim Satgas BLBI ini lebih giat lagi dalam bekerja. Apalagi penunggak kewajiban pembayaran utang negara selama 22 tahun tersebut telah menikmati fasilitas dari negara, sehingga saatnya uang itu dikembalikan ke kas negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hardjuno berharap Tim Satgas BLBI mempunyai strategi yang jitu. Dengan demikian, tambahnya, uang negara yang diperoleh lewat fasilitas BLBI dapat dikembalikan ke negara. "Jangan sampai tagih Rp110 triliun, sita sana, sita sini, dapatnya baru Rp9,82 triliun. Ini tidak signifikan," imbuhnya.
 
Dia berharap Pansus BLBI DPD RI bisa mengawal terus kerja Satgas BLBI ini. Hal tersebut penting agar hasil yang didapatkan sesuai dengan espektasi masyarakat. "Saya minta Pansus BLBI DPD RI melakukan supervisi atas kinerja Satgas BLBI ini agar target angka Rp110 triliun bisa dicapai," tuturnya.
 
Sementara itu, Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) bakal berupaya tetap mengejar hak tagih negara atas dana BLBI. Satgas menargetkan bisa mengembalikan total dana yang mencapai Rp110,45 triliun dari para obligor maupun debitur dari kasus BLBI.

Jangka waktu penugasan Satgas BLBI singkat

Ketua Satgas BLBI sekaligus Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Rionald Silaban mengatakan, jangka waktu penugasan dari Satgas BLBI cukup singkat, yaitu hingga 31 Desember 2023. Selama tujuh bulan efektif, Satgas BLBI telah berhasil mencatatkan hasil berupa uang atau PNBP dan aset tanah mencapai Rp9,82 triliun.
 
"Dari hasil kerja Satgas BLBI selama 2021, masih banyak target Satgas yang harus dikejar. Dalam sisa waktu dua tahun inilah, Satgas harus bergerak lebih cepat untuk dapat mengembalikan hak tagih negara atas dana BLBI senilai Rp110,45 triliun," katanya.
 
Hingga akhir 2021, Satgas mengumpulkan uang tunai Rp317.795.930.844,50, nilai aset tanah yang telah ditetapkan statusnya atau dihibahkan kepada kementerian/lembaga senilai Rp1.149.894.359.449,00, dan nilai aset tanah yang berhasil dikuasai baik berupa aset properti maupun sita aset jaminan kredit dengan estimasi nilai sekitar Rp8,35 triliun.
 
Aset berupa tanah yang berhasil dikuasai baik yang berasal dari penguasaan aset properti maupun penyerahan aset jaminan kredit dari obligor atau debitur seluas 13.767.873,35 m2, dan aset tanah yang telah ditetapkan statusnya atau dihibahkan kepada kementerian/lembaga guna penyelenggaraan tugas dan fungsi negara seluas 443.970 m2.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif