Sosialisasi program Makmur oleh Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga kepada petani di Kabupaten Karo, Sumut). Foto: dok Istimewa.
Sosialisasi program Makmur oleh Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga kepada petani di Kabupaten Karo, Sumut). Foto: dok Istimewa.

Erick Thohir Ajak Petani Sumut Gabung Program Makmur

Husen Miftahudin • 10 April 2022 15:23
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terus menyosialisasikan penerapan program Makmur yang memberikan banyak manfaat pada petani. Melalui Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga, program Makmur ini disosialisasikan kepada para petani yang berada di Kabupaten Karo, Sumatra Utara (Sumut).
 
"Program Makmur bisa dimanfaatkan oleh para masyarakat Kabupaten Karo, yang sekitar 75 persen merupakan seorang petani. Saya sudah keliling ke 11 titik Makmur, dan ternyata Karo belum masuk program Makmur," ungkap Arya dalam keterangan tertulis, Minggu, 10 April 2022.
 
Arya mengatakan, program Makmur merupakan salah satu upaya dan solusi yang diberikan pemerintah kepada petani Tanah Air untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan dari usaha tani. Program ini bisa menjadi solusi bagi petani karena merupakan ekosistem yang menghubungkan petani dengan segala bentuk kebutuhan pertanian, mulai dari project leader, pihak asuransi, lembaga keuangan, teknologi pertanian, agro input, offtaker, dan pemerintah daerah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Program Makmur ini bisa bantu petani Karo untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi. Terbukti di Karawang peningkatan produktivitasnya mencapai 30 persen," sebutnya.
 
Selain itu, dikatakan Arya, program Makmur mampu menjawab tantangan yang selama ini dihadapi oleh para petani. Adapun keluhan yang sering didapatkan para petani adalah mengenai ketersediaan pupuk. Melalui program Makmur ini, Arya memastikan kebutuhan pupuk petani akan lebih terjamin, apalagi pupuk yang dimanfaatkan merupakan non subsidi atau komersil.
 
Program Makmur ditawarkan untuk dilaksanakan di atas lahan seluas 200 hektare untuk komoditas jagung di Kabupaten Karo, Sumut. Acara sosialisasi ini juga dihadiri oleh petani hortikultura, petani serai wangi, petani jagung, petani kopi, dan petani binaan BRI.
 
Arya meminta kepada BUMN yang terlibat dalam program Makmur, khususnya Pupuk Indonesia, untuk menindaklanjuti acara sosialisasi ini. Dia pun berharap para petani di Kabupaten Karo dapat bergabung dalam program Makmur yang telah diluncurkan Menteri BUMN Erick Thohir pada Agustus 2021 lalu.
 
"Selanjutnya setelah pertemuan ini, langsung saja Pupuk Indonesia bersama dengan ID Food, BRI, Jasindo untuk follow up. Ada petani yang tadi minta untuk uji tanah dan petani yang kesulitan pendanaan. Supaya makin banyak lagi petani yang terbantu dengan program Makmur," pinta Arya.
 
Hingga Maret 2022, program Makmur telah dilaksanakan di atas lahan seluas 92.884 hektare dan diikuti oleh 37.818 orang petani yang tersebar di beberapa wilayah seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Selatan, Lampung, Belitung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Utara.
 
Dari total lahan tersebut, terdiri dari beberapa komoditas seperti padi di lahan seluas 18.212 hektare dan diikuti oleh 15.625 petani. Sawit di lahan seluas 47.102 hektare dan diikuti 10.643 petani. Tebu di lahan seluas 17.721 hektare dan diikuti oleh 5.753 petani.
 
Kemudian komoditas jagung di lahan seluas 7.596 hektare dan diikuti oleh 2.932 petani. Hortikultura di lahan seluas 1.955 hektare dan diikuti oleh 2.589 petani. Perkebunan Rakyat di lahan seluas 298 hektare dan diikuti 276 petani.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif