Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Kemenko Perekonomian
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Kemenko Perekonomian

Menko: Sentra Ikan Teri Asin Pulau Pasaran Perlu Dikelola Lebih Baik

Antara • 13 Februari 2022 13:28
Bandar Lampung: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan sentra ikan teri asin di Pulau Pasaran perlu dikelola lebih baik lagi. Harapannya bisa terus tumbuh lebih maksimal dan berimbas positif terhadap geliat perekonomian di daerah setempat.
 
"Tadi, kita sudah melihat proses pengolahan ikan teri asin secara tradisional di Pulau Pasaran yang merupakan sentra ikan teri asin," ujar Airlangga, dilansir dari Antara, Minggu, 13 Februari 2022.
 
Dengan tingginya produksi ikan teri asin di Pulau Pasaran, dirinya berharap proses pengelolaannya dapat terus ditingkatkan. "Produksi di sini tinggi sekali, saya berharap ini memberi nilai tambah yang tinggi juga dengan proses pengelolaan yang ditingkatkan dan diperkuat," ucapnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan, peningkatan pengelolaan selain dapat meningkatkan produksi, juga akan membantu menyejahterakan buruh ikan teri asin.
 
"Seperti yang kita lihat di sini banyak pekerja yang memilah ikan teri adalah ibu-ibu dengan usia yang sudah tidak muda, jadi dengan adanya perkembangan di sentra ikan teri asin juga bisa memberikan nilai tambah dan menyejahterakan mereka," ucapnya.
 
Tanggapan positif atas adanya rencana pengembangan sentra ikan teri asin tersebut dikatakan oleh salah seorang wanita pemilah ikan teri asin, Zubaidah. "Kalau mau diperbaiki jalannya dan fasilitas lainnya tentu senang karena memang kita mencari nafkah dari pengolahan ikan teri asin ini," ujarnya.
 
Ia mengatakan, dengan semakin majunya proses pengelolaan ikan asin dan meningkatnya produksi maka pekerja akan semakin sejahtera. Pulau Pasaran sejak 1960-an telah menjadi sentra ikan teri asin dengan nilai produksi ikan teri asin per tahun sekitar Rp100 miliar.
 
"Saat ini kan musim-musiman, kalau ikan teri sedang kosong ya kita tidak kerja. Kalau nanti ada alat untuk mendinginkan mungkin kita bisa bekerja lebih teratur dan tidak musiman," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif