Ilustrasi produksi gula Holding Perkebunan - - Foto
Ilustrasi produksi gula Holding Perkebunan - - Foto" MI/ Angga Yuniar

Ini Strategi Holding Perkebunan Jaga Pasokan Gula Nasional

Ekonomi Gula Ketahanan Pangan ptpn Holding BUMN Holding Perkebunan Industri Gula
Media Indonesia.com • 16 Januari 2022 09:54
Jakarta: Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melakukan restrukturisasi bisnisnya sebagai langkah strategis untuk menjawab tantangan ketahanan gula nasional.  
 
Holding BUMN ini memiliki tanggung jawab dalam melipatgandakan produksi gula menjadi 1,8 juta ton untuk mendukung swasembada gula konsumsi pada 2025 sekaligus menyejahterakan petani tebu rakyat.
 
Langkah strategis yang telah dilakukan Holding Perkebunan Nusantara adalah membentuk PT Sinergi Gula Nusantara pada 17 Agustus 2021 yang lalu.

Berikut anggota holding perkebunan:

  1. PTPN II di Sumatra Utara.
  2. PTPN VII di Lampung.
  3. PTPN IX di Jawa Tengah.
  4. PTPN X, PTPN XI.
  5. PTPN XII di Jawa Timur.
  6. PTPN XIV di Sulawesi Selatan.  
Pembentukan PT SGN ini memiliki tiga inisiatif utama yaitu Modernisasi Pabrik Gula, Intensifikasi melalui peningkatan produktivitas, serta Ekstensifikasi Lahan dengan cara sinergi BUMN dan program kemitraan dengan petani tebu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dengan demikian, persoalan disparitas kinerja pabrik gula PTPN dapat terselesaikan. Pada 2021, sebelum transformasi bisnis gula dilakukan, sebenarnya beberapa pabrik gula kami sudah memiliki kinerja optimum dengan harga pokok produksi sekitar Rp8.000,” ujar Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) M. Abdul Ghani dikutip dari Mediaindonesia.com, Minggu, 16 Januari 2022.
 
Ghani menuturkan restrukturisasi bisnis gula PTPN akan membawa dampak positif bagi ketahanan pangan Indonesia. Holding Perkebunan Nusantara telah memiliki roadmap bisnis gula yang sejalan dengan target Pemerintah dalam mencapai swasembada gula.  
 
Restrukturisasi bisnis gula PTPN melalui pembentukan PT Sinergi Gula Nusantara akan meningkatkan kemandirian gula nasional dan menyejahterakan petani. 
“Mewujudkan kesejahteraan petani tebu rakyat merupakan faktor kunci dalam mewujudkan kemandirian gula konsumsi nasional," ujar Ghani.
 
Selama ini, sumber pasokan tebu PTPN berasal dari HGU sendiri dan bekerjasama dengan Petani Rakyat.  Produktivitas tebu petani beberapa tahun belakangan ini masih sangat rendah yaitu di bawah 70 ton tebu per ha yang disebabkan oleh rendahnya kualitas bibit dan teknik budi daya serta pengelolaan lahan yang kurang baik, dengan proses bongkar ratoon bisa melebihi empat tahun.  
 
Kondisi ini menyebabkan tingginya beban pokok petani tebu rakyat yang pada akhirnya berpengaruh terhadap pendapatan petani tebu.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif