Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Strategi RI Wujudkan Cita-cita Jadi Pusat Produsen Halal Dunia

Husen Miftahudin • 09 Desember 2021 17:26
Jakarta: Indonesia terus mengembangkan ekonomi syariah dan industri halal guna mewujudkan cita-cita menjadi pusat produsen halal dunia dan memimpin ekonomi syariah global. Terkait hal tersebut, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) telah menelurkan Masterplan Industri Produk Halal Indonesia 2022-2029.
 
"Penyusunan arah pengembangan industri halal Indonesia dalam jangka panjang dapat memberikan arah pengembangan yang tersinergi sampai ke level daerah untuk mendukung Indonesia menjadi produsen halal terbesar di dunia," kata Direktur Eksekutif KNEKS Ventje Rahardjo dalam webinar Perkembangan Industri Halal dan Peran Perbankan Syariah, Kamis, 9 Desember 2021.
 
Dalam rangka menjadikan Indonesia sebagai pusat produsen halal dunia, maka perlu dilakukan pencatatan produk bersertifikasi halal terhadap transaksi komoditas ekspor impor melalui kodefikasi data produk halal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kodefikasi data produk halal mulai diimplementasikan KNEKS dengan menggandeng Dirrktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Lembaga National Single Window (LNSW), dan Badan Pengelola Jaminan Produk Halal (BPJPH).
 
"Ini merupakan komitmen bersama untuk melaksanakan implementasi kodefikasi produk halal demi menghasilkan data statistik yang lebih akurat dan tepat yang dapat digunakan oleh para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan secara terukur dalam pengembangan industri halal," paparnya.
 
Pengembangan industri produk halal nasional yang disusun lewat Masterplan Industri Produk Halal Indonesia Tahun 2022-2029 juga didukung penuh oleh Kemenkeu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Bank Indonesia (BI), serta kementerian/lembaga terkait lainnya.
 
Masterplan Industri Produk Halal Indonesia Tahun 2022-2029 ini juga sudah dimasukkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2022 yang selanjutnya diharapkan menjadi bagian yang kuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah.
 
Ventje menuturkan, dalam jangka panjang masterplan ini dapat memberikan arah pengembangan yang tersinergi hingga ke level daerah untuk mendukung Indonesia menjadi produsen halal terbesar. Peluang kolaborasi dengan perbankan syariah juga dapat dilakukan, di antaranya melalui pengarusutamaan mainstreaming pembiayaan syariah untuk sektor industri produk halal oleh perbankan syariah.
 
"Dengan begitu, maka dapat memperkuat rantai pasok halal, peningkatan riset keuangan syariah untuk industri produk halal, risk management assessment yang lebih tepat dan kuat untuk para pelaku usaha industri produk halal sejalan dengan peningkatan porsi pembiayaannya," terang dia.
 
Di sisi lain, sudah pula diterbitkan regulasi turunan terkait sertifikasi halal untuk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) lewat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 57 Tahun 2021 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20 Tahun 2021 tentang Sertifikasi Halal untuk Pelaku UMK. Selain itu, telah dilakukan pula program Sertifikasi Halal Gratis.
 
"Diharapkan kedepannya dukungan secara penuh kepada UMK agar dapat berjalannya sertifikasi halal secara luas dan masif melalui akselerasi sertifikasi halal menjadi program nasional, penguatan regulasi, serta memperbanyak fasilitas yang akan dilakukan melalui pembentukan paspor lintas kementerian/lembaga," tutup Ventje.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif