Ilustrasi. FOTO: Pupuk Indonesia.
Ilustrasi. FOTO: Pupuk Indonesia.

Satu Dekade, Pupuk Indonesia Genjot Kinerja Lewat Transformasi

Husen Miftahudin • 04 April 2022 13:01
Jakarta: Transformasi yang dilakukan PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil meningkatkan kinerja perusahaan di berbagai bidang. Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman mengatakan, perusahaan telah menerapkan strategic house dengan lima pilar strategi guna mewujudkan transformasi di Pupuk Indonesia.
 
"Lima pilar tersebut antara lain fokus pada pelanggan, fokus pada riset dan inovasi, keunggulan operasi dan rantai pasok, optimalisasi dan pengamanan bahan baku, serta keberlanjutan perusahaan dan ekonomi sirkular," ujar Bakir dalam keterangan tertulis, Senin, 4 April 2022.
 
Menurut Bakir, kunci utama keberhasilan transformasi terletak pada program sentralisasi fungsi holding, sekaligus menandai perubahan peran holding dari strategic holding menjadi activist holding.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan sentralisasi, holding mengambil peran yang lebih aktif di dalam operasional perusahaan, terutama untuk fungsi-fungsi strategis seperti pemasaran, pengadaan, riset, pengembangan, juga untuk fungsi SDM, IT, dan beberapa fungsi lain," jelas dia.
 
Ia menjelaskan bahwa sentralisasi pemasaran memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kinerja penjualan, terutama untuk pasar komersil dan retail. Sebab, dengan sentralisasi pemasaran, tidak ada lagi persaingan antaranak perusahaan.
 
"Kami bisa dengan lebih baik mengatur rantai pasok sehingga penjualan dan distribusi lebih optimal. Berkat sentralisasi ini, PT Pupuk Iskandar Muda pada awal 2021 lalu untuk pertama kalinya bisa melakukan ekspor ke Sri Lanka. Distribusi pupuk pun menjadi lebih baik karena holding dapat mengatur distribusi antaranak perusahaan," ucap Bakir.
 
Secara umum, kinerja Pupuk Indonesia Grup di 2021 dapat cukup memuaskan dengan total produksi mencapai 19,52 juta ton atau 100,7 persen dari RKAP. Produksi ini dibarengi juga dengan tingkat efisiensi yang baik, consumption rate untuk urea adalah sebesar 27,45 MMBTU per ton dan untuk amonia sebesar 35,51 MMBTU per ton. Keduanya 99 persen dari RKAP.
 
"Total penjualan, baik pupuk maupun non pupuk, mencapai 14,19 juta ton atau 100,8 persen dari RKAP. Kami juga sudah menyalurkan 7,92 juta ton pupuk bersubsidi di 2021," urai dia.
 
Lebih lanjut Bakir menjelaskan proses transformasi yang dilakukan Pupuk Indonesia telah menunjukan hasil yang nyata, terjadi EBITDA uplift sampai sebesar Rp1,03 triliun. Faktor yang berperan dalam EBITDA uplift ini antara lain meningkatnya penjualan sektor retail, baik melalui Retail Management maupun Program Makmur, kemudian dari proses Inbound dan Outbound Supply Chain sebagai hasil dari pengadaan bersama, sentralisasi pemasaran, dan juga dari hasil optimalisasi aset.
 
"Untuk Program Makmur, sebagaimana telah dicanangkan Menteri BUMN, kami menargetkan program ini bisa menjangkau luas tanam 250 ribu hektare dengan beberapa komoditi prioritas seperti padi, jagung, tebu, dan juga kopi. Di 2021, realisasi luas tanam Program Makmur telah mencapai 71.612 hektare," pungkas Bakir.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif