Kepala BPS Suhariyanto (kiri) - - Foto: Medcom / Suci Sedya Utami
Kepala BPS Suhariyanto (kiri) - - Foto: Medcom / Suci Sedya Utami

Meski Resesi, Ekspor-Impor RI ke Singapura Meningkat

Ekonomi ekspor impor BPS indonesia-singapura
Eko Nordiansyah • 15 Juli 2020 13:25
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor dan impor antara Indonesia dengan Singapura justru mengalami kenaikan pada Juni 2020. Padahal Singapura baru saja mengumumkan resesi ekonomi setelah dua kuartal berturut-turut mencatatkan pertumbuhan ekonomi negatif.
 
"Secara teknis, Singapura mengalami resesi karena dua kuartal mengalami pertumbuhan ekonomi negatif, tetapi kita bisa lihat di sana selama Juni 2020 ekspor kita ke Singapura masih meningkat," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam videoconferencedi Jakarta, Rabu, 15 Juli 2020.
 
Pada Juni 2020, ekspor Indonesia ke Singapura meningkat sebesar USD137,3 juta. Selama Januari hingga Juni 2020, Singapura menempati posisi kelima sebagai pangsa pasar ekspor nonmigas Indonesia yakni mencapai USD4,61 miliar atau 6,36 persen dari total ekspor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak hanya itu, impor Indonesia dari Singapura juga mengalami peningkatan sebesar USD129,2 juta pada Juni 2020. Singapura menduduki posisi ketiga sebagai pangsa impor nonmigas selama Januari hingga Juni 2020 mencapai USD4,21 miliar atau 6,64 persen dari total impor.
 
Secara kumulatif sejak Januari sampai Juni 2020, neraca perdagangan nonmigas Indonesia dengan Singapura mencatatkan defisit USD0,4 miliar. Defisit ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan Tiongkok yang defisit USD5,31 miliar, Thailand USD1,48 miliar, dan Australia USD874 juta.
 
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) Singapura mengumumkan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal kedua negara itu turun 12,6 persen secara year on year (yoy). Angka ini turun 0,3 persen dibandingkan triwulan pertama.
 
MelansirXinhua, Selasa, 14 Juli 2020, kontraksi PDB ini terkait tindakan Circuit Breaker/CB (pemutus sirkulasi) yang dilaksanakan dari 7 April hingga 1 Juni 2020 untuk memperlambat penyebaran covid-19.
 
Hal tersebut mencakup penangguhan layanan tidak penting dan penutupan sebagian besar tempat kerja. Serta lemahnya permintaan eksternal di tengah penurunan ekonomi global yang dipicu oleh pandemi.
 
(Des)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif