Ilustrasi Migas - - Foto: MI/ Adam Dwi
Ilustrasi Migas - - Foto: MI/ Adam Dwi

PGN-Pertamina EP Teken Penyesuaian Harga Gas Hulu

Ekonomi perusahaan gas negara (pgn) pertamina ep
Suci Sedya Utami • 20 Mei 2020 22:53
Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menandatangani surat perjanjian implementasi atas penyesuaian harga gas bumi dengan PT Pertamina EP. Kerja sama tersebut untuk keperluan proyek Sumatera Selatan-Jawa Barat dan keperluan pelanggan PGN di Medan.
 
Penandatanganan ini merupakan perubahan dari perjanjian jual beli gas (PJBG) yang sebelumnya disepakati. Keduanya sepakat untuk mengubah harga gas pada PJBG sesuai Kepmen menjadi USD4 per million british thermal units (MMBTU) dari harga awal USD5,33 per MMBTU dengan volume 90 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD).
 
Direktur Komersial PGN Fariz Aziz mengatakan kerja sama ini demi mendukung dan menindaklanjuti implementasi dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2016, Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 8 Tahun 2020 dan dan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 89 Tahun 2020 tentang harga gas untuk industri.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perjanjian itu berlaku efektif dalam jangka waktu 13 April 2020 hingga 31 Desember 2024. Selain itu untuk PGN Medan dengan volume tujuh BBTUD dan harga USD4 per MMBTU.
 
“Jangka waktu penyesuaian Harga Gas Bumi bisa diperjanjang, apabila ada keputusan lebih lanjut dari Menteri ESDM dan Pemerintah,” kata Fariz dalam keterangan resmi, Rabu, 20 Mei 2020.
 
Sementara itu, Direktur Utama PGN Suko Hartono berharap penandatanganan perjanjian tersebut menjadi langkah nyata dalam mewujudkan target pemerintah untuk mendorong kemajuan industri. Termasuk penyediaan listrik yang terjangkau bagi masyarakat agar bisa berefek positif pada pertumbuhan ekonomi nasional dan menciptakan multiplier effect bagi kesejahteraan masyarakat.
 
Langkah tersebut juga diharapkan menjadi milestone penting bagi peran subholding gas beserta seluruh stakeholder dan juga komitmen PGN dalam menyediakan pasokan gas bumi yang handal dengan harga yang kompetitif.
 
"Sehingga hal ini dapat menjadi modal bagi industri untuk meningkatkan daya saing industri. Tidak hanya bagi wilayah Jawa Barat dan Medan namun juga bagi kepentingan industri dan pertumbuhan ekonomi nasional seperti yang diharapkan oleh Pemerintah,” ujar Suko.
 
Saat ini pasar niaga gas bumi di Jawa Bagian Barat merupakan pasar terbesar dan dilayani oleh integrasi infrastruktur PGN melalui pipa gas jalur South Sumatera West Java (SSWJ).
 
Pipa SSWJ dibangun untuk mendukung kegiatan usaha niaga PGN di Jawa Bagian Barat dan Sumatera Bagian Selatan dengan mengoptimalkan penyaluran gas dari PEP Pagardewa, COPI Grissik, dan FSRU Lampung. Pipa SSJW 1, SSJW 2, Transmisi Jawa Barat Pertagas dan FSRU Lampung saat ini dioperasikan secara terintergasi untuk mendukung kehandalan penyaluran gas ke Sumatera Selatan dan Jawa Barat.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif