Ilustrasi penerbangan balon udara - ANT/Harviyan Perdana Putra.
Ilustrasi penerbangan balon udara - ANT/Harviyan Perdana Putra.

Kemenhub: Melepas Balon Udara Liar Bakal Dituntut

Ekonomi idul fitri kementerian perhubungan balon udara
Husen Miftahudin • 26 Mei 2020 12:53
Jakarta: Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau masyarakat untuk tidak sembarang menerbangkan balon udara, meski sudah menjadi tradisi dalam perayaan Hari Raya Idulfitri. Pelepasan balon udara berukuran besar dapat berakibat tuntutan pidana sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 40 Tahun 2018 tentang Penggunaan Balon Udara pada Kegiatan Budaya Masyarakat.
 
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto mengatakan pelepasan balon udara berukuran besar dapat membahayakan pesawat yang terbang di atasnya. Selain itu, juga membahayakan warga yang tinggal di sekitarnya.
 
"Kami mengajak masyarakat untuk bijak dan tidak melepaskan balon udara ke angkasa yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan dan membahayakan warga yang tinggal di sekitar," ujar Novie dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Selasa, 26 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Novie menambahkan balon udara berukuran besar yang dilepaskan ke angkasa dapat melambung tinggi hingga pada ketinggian jelajah pesawat. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan terganggunya aktivitas penerbangan hingga kecelakaan pesawat.
 
Setiap tahun terdapat gangguan aktivitas penerbangan yang disebabkan oleh sejumlah balon udara berukuran besar yang dilepaskan hingga ke jalur penerbangan pesawat udara. Hal itu terjadi di beberapa wilayah yang memiliki tradisi menerbangkan balon udara.
 
"Kami terus berkoordinasi dengan pihak TNI/Polri di beberapa wilayah untuk melakukan pemantauan terhadap masyarakat yang melepaskan balon udara secara liar. Bila terbukti melanggar hukum, maka akan dilakukan penindakan sesuai prosedur hukum yang berlaku," ungkap Novie.
 
Sementara kepada penyelenggara navigasi penerbangan, Airnav Indonesia, Novie juga mengimbau untuk tetap waspada terhadap balon udara yang diterbangkan secara liar sehingga keselamatan dan keamanan penerbangan tetap terjaga.
 
"Petugas Air Traffic Controller (ATC) harus waspada terhadap pergerakan balon udara liar, dan segera memberi informasi kepada pesawat yang akan melintasi rute dimaksud. Dan segera melakukan koordinasi dengan Air Traffic Services unit lainnya serta pangkalan udara terkait untuk dilakukan penindakan," jelas Novie.
 
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya dan Direktorat Navigasi Penerbangan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah Wonosobo dan Pekalongan, sebagai wilayah yang memiliki tradisi budaya menerbangkan balon udara.
 
Selanjutnya, penerbangan balon udara dapat dilakukan sesuai peraturan yang telah ditetapkan, yaitu dengan menambatkan balon udara dan ketinggian tidak melebihi 150 meter sesuai ketentuan yang berlaku.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif