Foto: dok MI.
Foto: dok MI.

Digitalisasi di Pasar Rakyat Demi Kemudahan Transaksi

Ade Hapsari Lestarini • 16 Juli 2020 15:05
Jakarta: Transaksi pembayaran dengan menggunakan teknologi digital sudah menjadi gaya hidup. Khususnya di era new normal masa pandemi covid-19 ini.
 
Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menyadari bahwa digitalisasi merupakan salah satu cara terbaik untuk terus mendorong sektor perdagangan di era new normal. Agar semakin mudah dan nyaman dan minim interaksi fisik.
 
Agus mengatakan Kemendag terus mendorong digitalisasi di pasar tradisional mengingat agar sektor perdagangan tetap bergairah. Menurut Agus, digitalisasi pasar rakyat merupakan tuntutan dan kebutuhan di saat pandemi covid-19. Hal ini juga sejalan dengan kebijakan Kemendag bahwa di era new normal pembayaran digital diprioritaskan di pasar rakyat.

Menurut dia, layanan digital akan memudahkan proses transaksi, meningkatkan layanan, mengurangi risiko terjadinya kejahatan, dan memudahkan pendataan, terutama data omzet. Dengan berbagai kelebihan itu, maka pasar tradisional akan semakin modern dan nyaman bagi konsumen. Digitalisasi pasar akan mengoptimalkan kerja pasar, konsumen, para pengusaha dan pedagang, serta fungsi negara dalam bidang ekonomi.
 
Dia menegaskan digitalisasi pasar yang didorong Kemendag juga sejalan dengan pola perdagangan baru sebagai imbas dari pandemi covid-19, yakni peningkatan perdagangan daring, penggunaan kurir daring, peningkatan penggunaan cara pembayaran nontunai, dan penurunan mobilitas dan aktivitas sosial di ruang publik.
 
"Kemendag akan fokus membangun infrastruktur baik fisik maupun teknologi. Hal ini perlu dilakukan agar mekanisme pasar yang lebih modern dapat terwujud," ujar Agus, dalam keterangan resminya, Kamis, 16 Juli 2020.
 
Digitalisasi pasar rakyat harus dipahami sebagai tuntutan zaman, bukan lagi hanya kebutuhan pada saat pandemi covid-19. Namun pada saat pandemi ini, digitalisasi pasar rakyat harus dilakukan dengan strategi mengedepankan standar operasional pasar sesuai protokol kesehatan, melakukan transaksi secara digital, dan melakukan pembayaran digital.
 
Selain itu, agar digitalisasi pasar rakyat berhasil, Kemendag terus mendorong, peningkatan dan pemerataan sumber daya manusia (SDM) serta institusi. Hal lain, Kemendag juga bersinergi dengan swasta mulai dari pembiayaan hingga penyediaan teknologi dan platform.
 
Selain itu swasta perlu digandeng sebagai platform pihak ketiga, yang bisa menjamin arus transaksi, baik dari rantai pasok, maupun dari pedagang ke konsumen.
 
Dia mengatakan sinergi antara pemerintah dan sektor swasta harus dimaksimalkan untuk menunjang program digitalisasi pasar rakyat. Selain memiliki teknologi dan SDM yang dapat mendukung pemerintah, sinergi dengan sektor swasta juga akan membuka lapangan kerja sehingga ekonomi secara keseluruhan bisa berjalan.
 
"Dengan infrastruktur fisik maupun teknologi mekanisme pasar yang lebih modern dapat diwujudkan. Dengan adanya pemerataan teknologi, maka ketimpangan sarana dan prasarana, misalnya antara Jawa dan luar Jawa akan bisa diatasi," ucap Agus.
 
Agus juga mengingatkan agar pasar rakyat protokol kesehatan. Pengelola pasar rakyat, kata dia, harus menyiapkan dan memastikan seluruh pedagang menggunakan masker, sarung tangan, selama beraktivitas. Kemudian menyediakan sarana dan alat kesehatan, mengatur waktu operasional serta menerapkan physical distancing dengan cara, 1,5 meter antar pedagang.
 
Pedagang wajib mematuhi disiplin protokol kesehatan seperti membersihkan kiosnya, menggunakan masker, dan sarung tangan selama beraktivitas di pasar, serta menjaga barang dagangannya bersih dan higienis. Begitu pun para pembeli diwajibkan mengikuti peraturan kesehatan seperti menggunakan masker, sarung tangan, mencuci tangan dengan sabun, serta menghindari pembayaran menggunakan uang tunai di ritel modern.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan