Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tuban Murtadji menyebutkan hamparan pertanian yakni budidaya jagung dan padi di Kabupaten Tuban secara umum memasuki masa panen mulai Maret hingga April. Salah satu wilayah yang saat ini siap memanen jagung yakni Desa Jati, Kecamatan Soko memiliki hamparan jagung yang siap dilanen seluas 1.454 hektare (ha) dan Desa Ngimbang Kecamatan Palang seluas 75 ha.
"Secara keseluruhan, luas panen padi pada Maret mencapai 15.984 ha dan April seluas 16.167 ha. Sementara luas panen jagung pada Maret 17.024 ha dan April mencapai 17.825 ha," ujar Murtadji, melalui keterangan tertulis, Jumat 27 Maret 2020.
Menurutnya, hasil panen tersebut dipastikan tidak hanya mengamankan kebutuhan di Tuban saja. Diharapkan juga bisa disuplai ke daerah lain.
Lebih lanjut, Murtadji menerangkan masa panen raya petani jagung dan padi ini diikuti dengan mendapatkan harga yang menguntungkan. Pemerintah daerah bersama Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen menjamin agar hasil panen petani memperoleh harga beli di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
"Alhamdulillah, saat ini harga gabah di petani Rp4.200 hingga Rp4.500 per kilogram (kg) untuk gabah kering panen (GKP). Untuk jagung, harganya Rp4.000 per kg. Masa panen awal 2020 ini petani benar-benar senang dan semangat bertani," ujarnya.

(Foto: Dok. Kementan)
Pada kesempatan terpisah, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Kementan Gatut Sumbogodjati menyatakan pihaknya telah meluncurkan program agar dalam situasi puncak panen raya pengendalian penyediaan beras dapat dilakukan, sehingga tidak terjadi gejolak harga yang ekstrem.
Program tersebut yakni Komando Strategi Penggilingan (Kostraling) yang memberdayakan penggilingan padi untuk membeli gabah dari kelompok petani atau gabungan kelompok petani yang sesuai HPP untuk disimpan dan digiling serta dijual dengan kualitas standar.
"Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian untuk menggerakkan Kostraling menyerap gabah petani serta manajemen stock distribusi beras. Kita tidak bekerja sendiri, ada beberapa pihak yang berkontribusi dalam Kostraling tersebut. Ada pemerintah, penggilingan padi kecil-sedang, Bank atau Badan Layanan Umum dengan menyediakan KUR, serta pengusaha sebagai penjamin pasar,” kata Gatut.
Sebagai informasi, pada akhir 2019, Kabupaten Tuban terpilih sebagai pilot project pengembangan kawasan jagung perbenihan berbasis korporasi petani. Pengembangan benih jagung hibrida pada kegiatan korporasi ini menggunakan varietas hasil rakitan anak bangsa, sehingga diharapkan mampu meningkatkan investasi dan penyerapan tenaga kerja yang berujung pada peningkatan devisa negara dan kesejahteraan rakyat.
Untuk mendukung suksesnya kegiatan ini, Kementan juga mengupayakan dukungan sarana dan prasarana pengairan serta penanganan pasca panen benih. Berbagai kebijakan dan program kerja yang dikembangkan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah petani dan menyejahterakan petani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News