Ilustrasi pelaku usaha adaptasi strategi bisnis baru - - Foto: Medcom
Ilustrasi pelaku usaha adaptasi strategi bisnis baru - - Foto: Medcom

3 Strategi Perusahaan Adaptasi Bisnis Hadapi Resesi

Ekonomi Dunia Usaha pandemi covid-19 Resesi Ancam Indonesia
Husen Miftahudin • 16 Oktober 2020 21:20
Jakarta: Terbatasnya aktivitas masyarakat selama masa pandemi memengaruhi roda perekonomian. Pemerintah menyatakan resesi ekonomi sudah terjadi di Indonesia, tepatnya mulai Oktober 2020 ini.
 
Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan strategi baru untuk beradaptasi dan membangun champion team dalam menghadapi resesi. Ada tiga strategi perusahaan untuk dapat beradaptasi dan membangun tim champion dalam menghadapi resesi.
 
Chief People & Legal Officer MAKA Group Adisti Ikayanti membeberkan strategi pertama, yakni dengan memperbarui strategi penjualan. Terkait hal ini salah satu brand unggulan MAKA Group, Toko Kopi Tuku memperbarui strategi penjualan selama pandemi dan bersiap menghadapi resesi dengan melihat peluang baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat awal PSBB, kami berpikir bagaimana Tuku bisa tetap dinikmati orang walaupun banyak keterbatasan akses. Akhirnya kami berinovasi dengan produk dan membuat Tukucur, kopi Tuku dalam kemasan satu liter, sehingga orang-orang bisa tetap menikmati kopi Tuku tanpa perlu memesan berkali-kali dalam kemasan kecil," ungkap Adisti dalamacara Top Business Talk #2 yang diselenggarakan TopKarirsecara virtual di Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2020.
 
Lebih lanjut, Adisti menjelaskan bagaimana adaptasi penjualan membutuhkan champion team untuk menjalankannya. "Karena sebelumnya tim yang in charged tidak begitu familiar dengan platforme-commerce, akhirnya MAKA Group perlu melakukan restrukturisasi tim, jadi ada karyawan yang dipindah antardepartemen supaya kerjanya lebih efektif," papar dia.
 
Selain itu, perusahaan juga melakukan rekrutmen dibantu TopKarir dalam proses mencari dan mengembangkan talenta kerja. "Jadi kami bisa lebih fokus ke perbaruan strategi, sementara proses rekrutmen dandevelopmenttalenta kerja dibantu TopKarir," tuturnya.
 
Strategi kedua ialah adjustment model bisnis yang dijelaskan Steering Committee Inclusive Human Resource Indonesia (IHRI) Anwar Yulistianto. Menurutnya HRD perlu beradaptasi dengan perubahan di era baru, pasalnya resesi yang terjadi di Indonesia mempercepat perubahan sehingga mendorong tim HR dan perusahaan untuk cepat beradaptasi dan melakukan adjustment dari sisi model bisnis maupun cara kerja yang didukung dengan perangkat kerja berbasis teknologi yang sesuai dengan kebutuhan di era digitalisasi.
 
"HRD perlu membangun sistem untuk menjamin efektivitas dan produktivitas selama kerja dari rumah seperti sistem absensi, pembagian tugas, dan evaluasi pekerjaan," urai dia.
 
Strategi ketiga ialah membangun champion team. Psikolog Tutut Handayani mengungkapkan, setelah memperbarui strategi perusahaan, dibutuhkan tim yang cekatan untuk menjalankannya. Talenta muda yang dibutuhkan perusahaan selama resesi adalah mereka yang bisa cepat beradaptasi.
 
Dia bilang, banyak yang perlu dipertimbangkan dalam membangun champion team. Selain talenta muda yang sesuai dengan visi misi perusahaan, memiliki skill, dan potensi leadership, perusahaan paling membutuhkan talenta muda yang bisa cepat beradaptasi.
 
"Karena kecepatan kita beradaptasi melatih tim untuk mempunyai mentalitas cepat bangkit saat dalam keadaan terpuruk seperti resesi yang kita hadapi sekarang," terangnya.
 
CEO TopKarir Indonesia Bayu Janitra Wirjoatmodjo menambahkan bahwa menemukan talenta muda yang cepat beradaptasi perlu dilakukan secara cepat, mudah, dan efektif. Sebab bangkitnya perusahaan dari resesi bergantung pada kinerja talenta kerja di dalamnya.
 
Selama ini, TopKarir membantu mempermudah MAKA Group menemukan dan mengembangkan talenta muda yang sesuai dengan kebutuhan tim seiring perbaruan strategi yang dilakukan. Sementara, bagi perusahaan yang tidak melakukan rekrutmen, TopKarir membantu dalam mengembangkan skill karyawan untuk dapat beradaptasi dengan kebutuhan serta strategi baru melalui fitur TopEdu.
 
"TopKarir juga bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Aindo) untuk membantu menghubungkan industri dengan tenaga kerja sehingga membuka lebih banyak peluang kerja. TopKarir telah membantu lebih dari 58 ribu perusahaan dalam menemukan dan mengembangkan talenta muda siap kerja sesuai dengan kebutuhan," tutup Bayu.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif