Salah satunya Jimat Ali Santoso, pembudidaya milenial yang tergabung dalam kelompok pembudidaya Balong Sewu. Pembudidaya ikan lele ini mengaku bahwa ia sudah menggunakan teknologi eFishery selama lebih dari satu tahun.
"Setelah satu tahun ini bekerja dengan teknologi eFisheryFeeder, yang tadinya hasil panen hanya berkisar 800 kilogram per kolam sekarang meningkat menjadi dua sampai 2,5 ton per bulan," ungkap Jimat di Cirebon, Kamis, 4 November 2021.
Jimat menuturkan pemanfaatan teknologi dan digitalisasi pakan ikan eFishery membuat omzetnya naik hingga 20 persen. Apalagi dia memiliki tujuh kolam yang seluruhnya dimanfaatkan untuk dibudidayakan ikan lele.
"Saya punya tujuh kolam dimana satu kolamnya tebar bibit 20 ribu. Itu modalnya sekitar Rp10 juta sampai Rp13 juta, sekarang dijualnya saat panen bisa sampai Rp17 juta," papar dia.
Selain Jimat, ada lebih dari tiga juta pembudidaya ikan yang tersebar di seluruh Indonesia. Melihat potensi yang cukup besar ini, eFishery secara konsisten melahirkan berbagai terobosan yang mampu mengakselerasi pertumbuhan industri akuakultur dengan menciptakan aplikasi eFisheryKu.
Co-Founder dan Chief of Staff eFishery Chrisna Aditya mengatakan, platform ini dirancang khusus untuk mempermudah aktivitas budidaya ikan, mulai dari awal hingga akhir proses budidaya. Aplikasi ini menyediakan berbagai kebutuhan para pembudidaya, mulai dari akses terhadap pembelian pakan, penjualan ikan, hingga pengajuan permodalan.
"Kami ingin menciptakan ekosistem yang inklusif, sehingga siapa saja, termasuk pembudidaya milenial, dapat sukses berbudidaya dengan dukungan yang diberikan oleh eFishery," harapnya.
Ia menekankan bahwa eFishery terus mengembangkan inovasinya dalam membantu para pembudidaya ikan dan udang di Indonesia. Hingga kini, produk dan layanan eFishery telah menjangkau 70 ribu kolam di seluruh Indonesia dan meningkatkan pendapatan pembudidaya hingga 45 persen.
"Prospek industri akuakultur semakin berkembang pesat ketimbang sektor makanan berbasis hewani lainnya. Apalagi laju tangkapan ikan laut cenderung stagnan dengan pertumbuhan hanya tiga persen. Di sisi lain, akuakultur tumbuh 21 persen selama enam tahun terakhir sehingga prospek industri ini semakin cerah karena potensinya sangat besar," pungkas Chrisna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News