Ilustrasi industri tekstil. Foto: dok Kemenperin.
Ilustrasi industri tekstil. Foto: dok Kemenperin.

Industri Tekstil RI Didorong Transformasi Pembangunan Berkelanjutan

Eko Nordiansyah • 23 September 2021 22:46
Jakarta: Pelaku bisnis di industri tekstil didorong melakukan transformasi industri dengan mengadaptasi tuntutan konsumen terkait produk tekstil yang mengedepankan keberlanjutan, transparansi serta ketertelusuran. Apalagi saat ini banyak perusahaan dunia yang juga mulai menjalankan tujuan pembangunan berkelanjutan.
 
"Saat ini, semakin banyak perusahaan-perusahaan besar global mulai tertarik dengan apa disebut Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dan bagaimana mereka dapat berkontribusi," kata perwakilan Cotton Council International (CCI) di Indonesia Andy Do dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 23 September 2021.
 
Sebagai asosiasi perdagangan nirlaba yang mempromosikan serat kapas Amerika Serikat (AS) dan produk kapas manufaktur di seluruh dunia dengan merekan dagang Cotton USA, CCI ingin berkolaborasi dengan para pelaku usaha untuk mengedukasi dan mendorong transformasi industri tekstil Tanah Air.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melalui inisiatif industri kapas AS seperti U.S. Cotton Trust Protocol yang merupakan program industri kapas AS yang menetapkan standar baru untuk kapas yang ditanam secara berkelanjutan. Andy berharap adanya program ini membantu para mitra dalam menjalankan bisnis berkelanjutannya.
 
"Dengan bergabung dengan program ini, anggota dapat membuktikan, mengukur, dan memverifikasi bahwa mereka membeli serat yang diproduksi secara berkelanjutan dan berkualitas, dan bahwa rantai pasokan dari lapangan ke pabrik bebas dari risiko lingkungan dan sosial," ungkapnya.
 
Saat ini, ada lebih dari 40 perusahaan dari berbagai sektor seperti spinning mills, fabric producers, garment manufacturer, dan local brands yang menjadi Cotton USA licensees di Indonesia. Di dunia, sudah ada lebih dari 3,8 miliar produk yang telah merasakan manfaat menjadi anggota Cotton USA Licensing Program.
 
"Label Cotton US adalah tanda kepercayaan dan kualitas yang kuat bagi konsumen. Label dapat untuk digunakan pada produk yang terbuat lebih dari 50 persen kapas AS. Nyatanya, hasil penelitian mengenai hang tag menunjukkan bahwa label Cotton USA lebih diminati daripada tag '100% katun'," ujar dia.
 
Melalui program lisensi ini, pihaknya mendukung mitra dengan beragam layanan bernilai tambah. Ada lima program pengembangan bisnis untuk meningkatkan keahlian yang sudah diberikan kepada lebih dari 1.500 pabrik di 50 negara meliputi Mill Exchange Program, Mill Mastery Course, 1 to 1 Mill Consults, Technical Seminar dan Mill Studies.
 
"Kami selalu berkomitmen untuk meningkatkan perhatian publik terhadap pentingnya kapas berkualitas tinggi yang sudah digunakan sebagai material dasar pembuatan bahan dari berbagai merek fashion internasional di dunia, termasuk di Indonesia," tutup Andy Do.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif