Tahun ini, Kemensos menyalurkan bantuan sosial tunai (BST) secara serentak di Tanah Air melalui Pos Indonesia dengan target 10 juta penerima (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)
Tahun ini, Kemensos menyalurkan bantuan sosial tunai (BST) secara serentak di Tanah Air melalui Pos Indonesia dengan target 10 juta penerima (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)

Dalam 7 Hari, 95% Bantuan Sosial Tunai di Jakarta Telah Disalurkan oleh Pos Indonesia

Ekonomi pos indonesia Berita Kemensos
Rosa Anggreati • 31 Juli 2021 18:48
Jakarta: Pandemi covid-19 belum berakhir. Dalam upaya penyelamatan terhadap perekonomian, pemerintah menjalankan program Jaring Pengaman Sosial, salah satunya Bantuan Sosial Tunai (BST) yang disalurkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) melalui PT Pos Indonesia.
 
Tahun ini, Kemensos menyalurkan BST secara serentak di Tanah Air melalui PT Pos Indonesia (Persero) dengan target 10 juta KPM. Adapun anggaran yang disediakan total Rp12 triliun.
 
Untuk wilayah DKI Jakarta, berdasarkan data laporan rekap pengantaran tunai per provinsi, Sabtu, 31 Juli 2021, atau tujuh hari setelah dimulainya penyaluran oleh Pos Indonesia telah mencapai 95 persen atau 735.717 dari alokasi yang ada.
 
Penyaluran BST dilakukan di tengah situasi PPKM dengan cara door to door (mendatangi langsung ke rumah) Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Cara ini untuk mencegah kerumunan saat pembagian BST.
 
"Karena warga terbatas bergerak, kami yang bergerak. Tenaga pengantar kita tambah, protokol kesehatan kita perketat, seluruh karyawan yang melakukan pengantaran sudah kita vaksin,” ucap  Direktur Bisnis Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia Charles Sitorus, dalam siaran pers, Sabtu, 31 Juli 2021.
 
Dalam 7 Hari, 95% Bantuan Sosial Tunai  di Jakarta Telah Disalurkan oleh Pos Indonesia
(Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk mengejar target penyaluran BST kepada 10 juta KPM tahun ini, Pos Indonesia menambah jumlah tenaga penyalur dan bantuan komunitas. 
 
Seluruh petugas juru bayar maupun pegawai Pos Indonesia yang mengantarkan BST ke rumah KPM sudah menjalani vaksinasi dua kali. Mereka juga dilengkapi face shield, sarung tangan, dan hand sanitizer. Hal ini menunjukkan keseriusan Pos Indonesia dalam mencegah penularan virus covid-19. 
 
"Dalam penyalurannya, Pos Indonesia bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Satgas Covid-19, dan pihak keamanan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan," kata Charles.
 
Sementara itu, dalam hal validitas data KPM, Pos Indonesia melakukan pembaruan data secara berkala kepada Kemensos.
 
Dalam 7 Hari, 95% Bantuan Sosial Tunai  di Jakarta Telah Disalurkan oleh Pos Indonesia
(Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)
 
Kemensos dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bersama-sama mengawal validitas data PKM, memastikan kesesuaian jumlah, dan ketepatan waktu penyaluran BST.
 
"BPKP dari sisi akuntabilitas meyakinkan bahwa prosedur yang dijalankan oleh Kemensos benar-benar disosialisasikan oleh lembaga di bawahnya termasuk provinsi, hingga tingkat paling bawah, (yang kemudian) dikomunikasikan dengan mitra yang menyalurkan," ujar Kepala Perwakilan BPKP Provinsi DKI Jakarta, Samono.
 
Sebagai informasi, setiap KPM mendapatkan BST senilai Rp300 ribu. Untuk bulan ini, KPM mendapatkan Rp600 ribu, gabungan dari bulan Mei dan Juni. 
 
Syarat untuk bisa menerima bantuan dari program Kementerian Sosial (Kemensos) ini masih sama seperti sebelumnya, yakni menunjukkan KTP dan KK asli.
 
Diharapkan melalui pemberian BST oleh pemerintah akan memicu bergeraknya uang di tengah masyarakat di berbagai pelosok daerah sehingga dapat menghidupkan kembali roda perekonomian, serta memompa pemulihan ekonomi nasional.
 
(ROS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif