Ilustrasi SPBG. Foto: PGN
Ilustrasi SPBG. Foto: PGN

BBG Makin Dilirik, Komisaris PGN Contohkan Pemakaian di Kendaraan Pribadi

Annisa ayu artanti • 04 April 2026 16:06
Ringkasnya gini..
  • Komisaris PGN gunakan BBG di mobil pribadi.
  • BBG lebih hemat dan ramah lingkungan.
  • PGN dorong masyarakat beralih ke energi alternatif.
Jakarta: Upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong penggunaan energi ramah lingkungan terus digencarkan. Salah satunya ditunjukkan oleh Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Tony Setia Boedi Hoesodo, yang mulai menggunakan bahan bakar gas (BBG) pada kendaraan pribadinya.
 
Langkah ini menjadi contoh konkret pemanfaatan energi alternatif yang dinilai lebih efisien dan berkelanjutan.

Gunakan teknologi dual fuel

Tony memasang converter kit BBG yang memungkinkan kendaraannya menggunakan sistem bahan bakar ganda atau dual fuel, yakni BBM dan BBG.
 
Dengan teknologi ini, pengendara dapat beralih dari BBM ke BBG hanya dengan menekan tombol di dekat kemudi, sehingga lebih fleksibel dalam penggunaan sehari-hari.

“Kami ingin memberikan contoh nyata bahwa pemakaian BBG adalah pilihan yang cerdas untuk kebutuhan sehari-hari. Kendaraan bisa mendapatkan penghematan biaya bahan bakar karena harganya yang terjangkau dan stabil yaitu Rp4.500 per liter, daya tempuh lebih jauh serta juga lebih ramah lingkungan,” ujar Tony dalam keterangan tertulis, Sabtu, 4 April 2026.
 
Baca juga: Hemat dan Stabil! BBG Bisa Jadi Opsi Ekonomis Bagi Kendaraan

Seluruh proses pemasangan converter kit dilakukan oleh teknisi bersertifikasi dengan mengedepankan standar keselamatan. Mulai dari penempatan tabung gas hingga sistem distribusi bahan bakar dirancang dengan cermat. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi BBG kini semakin siap digunakan secara luas oleh masyarakat.
 
“Kami menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan BBG agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat,” tambah Tony.

Dorong masyarakat beralih ke BBG

Melalui langkah ini, PGN mengajak masyarakat untuk mulai mempertimbangkan penggunaan BBG sebagai alternatif bahan bakar yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
 
Layanan BBG PGN saat ini dijalankan oleh anak usaha, PT Gagas Energi Indonesia, yang terus mengembangkan ekosistem penggunaan BBG di Indonesia.
 
Direktur Utama Gagas Energi Indonesia, Santiaji Gunawan, menyambut positif langkah tersebut.
 
“Ini menjadi momentum penting untuk mendorong pemanfaatan energi alternatif yang lebih luas di masyarakat. Dukungan ini juga memberikan dorongan positif bagi pengembangan ekosistem BBG di Indonesia,” ujar Santiaji.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan