Program Pertapreneur Aggregator (PAG) dorong UMKM binaan Pertamina bersinergi dengan komunitas masyarakat. Foto: Dokumen Pertamina
Program Pertapreneur Aggregator (PAG) dorong UMKM binaan Pertamina bersinergi dengan komunitas masyarakat. Foto: Dokumen Pertamina

Dari Rutan ke Pasar Global, UMKM Pertapreneur Aggregator Pertamina Gandeng Rutan Kebumen Olah Limbah Pisang

Annisa ayu artanti • 31 Januari 2026 19:54
Ringkasnya gini..
  • Pertamina menggandeng Rutan Kebumen untuk memberdayakan warga binaan lewat UMKM ramah lingkungan.
  • Limbah pelepah pisang diolah jadi serat bernilai ekonomi oleh warga binaan Rutan Kebumen.
  • Program Pertapreneur Pertamina dorong dampak sosial dan daya saing UMKM.
Kebumen: Komitmen PT Pertamina (Persero) dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat terus diperluas melalui berbagai kolaborasi berkelanjutan. 
 
Salah satunya diwujudkan lewat Program Pertapreneur Aggregator (PAG) yang menghubungkan UMKM binaan dengan komunitas lokal, termasuk warga binaan pemasyarakatan.
 
Kolaborasi ini tercermin dalam kerja sama antara UMKM binaan Pertamina, PT Agrominafiber Java Indonesia, dengan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kebumen dalam pengolahan limbah pelepah pisang menjadi produk bernilai ekonomi.

Direktur PT Agrominafiber Java Indonesia, Novita, menjelaskan pada program ini fokus pada pengolahan limbah pelepah pisang menjadi serat alami bernilai ekonomi tinggi dan ramah lingkungan.
 
“Serat pelepah pisang punya potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku industri kerajinan dan material berkelanjutan yang diminati pasar ekspor. Kami ingin warga binaan lembaga pemasyarakatan terlibat langsung dalam rantai produksi yang nyata dan bernilai,” jelas Novita dalam keterangan tertulis, Sabtu, 31 Januari 2026.

Limbah pelepah pisang jadi serat bernilai tinggi

Sebagai bentuk komitmen, Agrominafiber telah menyalurkan sekitar satu ton bahan baku ke Rutan Kebumen hanya dalam waktu satu minggu setelah pelatihan perdana. 
 
Ke depan, sekitar 30 persen kebutuhan bahan baku Agrominafiber yang mencapai 15 ton direncanakan dipasok dari hasil produksi warga binaan.
 
Kepala Rutan Kelas IIB Kebumen, Pramu Sapta, menyampaikan bahwa meskipun kerja sama ini masih tergolong baru, respons yang muncul sudah sangat positif.
 
“Alhamdulillah, walaupun belum genap satu bulan, laporan dari jajaran menunjukkan perkembangan yang baik. Dari sisi mitra usaha juga melihat prospeknya menjanjikan, baik secara bisnis maupun dampak sosialnya,” ujarnya.
 
Pada hasil pelatihan awal, menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Warga binaan telah mampu menghasilkan serat pelepah pisang dengan kualitas yang terus meningkat. Target produksi mencapai sekitar 3 ton per bulan. Saat ini, sekitar 60 persen produk telah memenuhi standar kualitas perusahaan, sementara sisanya masih dalam tahap penyempurnaan teknik.
 
Selama proses pendampingan, tim Agrominafiber memberikan bimbingan langsung, mulai dari teknik produksi, peningkatan kerapian produk, hingga pengelolaan bahan baku berbasis prinsip zero waste.
 
Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina Bima menilai, sinergi antara Agrominafiber dan Rutan Kebumen sebagai langkah strategis dalam menjaga kesinambungan produksi dan ketersediaan bahan baku.
 
“Kolaborasi ini sangat potensial. Selain memperkuat pasokan bahan baku, hasilnya juga bisa terlihat relatif cepat. Fokus pendampingan ke depan adalah pada kualitas dan ketepatan waktu produksi,” jelas Bima.
 
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengakui, Program ini merupakan hasil sinergi antara Rutan Kebumen PT Agrominafiber Java Indonesia dalam Program Pertapreneur Agregaotor. 
Fokus utama kerja sama diarahkan pada pemberdayaan warga binaan pemasyarakatan melalui pengolahan pelepah pisang menjadi serat alami ramah lingkungan yang memiliki nilai jual dan peluang pasar hingga skala global.
 
“Melalui pendampingan intensif selama enam bulan ke depan, Pertamina berharap model kolaborasi ini dapat menjadi contoh pengembangan UMKM berbasis agregasi yang tidak hanya berdaya saing secara bisnis, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan,” jelas Baron.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan