"Semuanya kami lakukan dengan tujuan agar Bappenas dapat meningkatkan kualitas perencanaan meski dalam situasi pandemi," katanya, dalam Peluncuran Platform MP3, dilansir dari Antara, Kamis, 14 April 2022.
Himawan mengatakan pandemi mengubah pola interaksi baik sosial, ekonomi, maupun pemerintahan, termasuk bagi Bappenas sehingga dituntut menyesuaikan diri dengan tatanan kehidupan baru agar tetap produktif dan terhindar dari risiko penularan covid-19.
Dalam merespons untuk transisi kehidupan normal baru, Bappenas berkesempatan menjadi pionir berbagai upaya adaptif termasuk dalam cara kerja, proses koordinasi maupun penyusunan perencanaan pembangunan.
Tanggung jawab Bappenas tersebut dilakukan antara lain dengan menerapkan integrated digital workspace atau smart office yang merupakan flexi work, sehingga para pegawai dapat bekerja secara fleksibel baik tempat dan waktu. Dalam masa penyesuaian sistem kerja baru ini, Bappenas mendapat tugas menguatkan peran clearing house perencanaan pembangunan.
Tugas itu ditindaklanjuti dengan memasukkan clearing house ke dalam rangkaian tahapan rencana pembangunan, menambahkan fitur baru dan menyempurnakan tahapan reguler penyusunan kebijakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Upaya tersebut diikuti dengan menguatkan penerapan pendekatan Tematik, Holistik, Integratif dan Spasial (THIS) dalam perencanaan prioritas nasional khususnya proyek prioritas. "Itu diikuti juga dengan pendekatan money follows program," ujar Himawan.
Berbagai upaya itu dilakukan Bappenas dalam rangka meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan sehingga dapat menjamin realisasi berbagai proyek pembangunan yang direncanakan serta memastikan masyarakat menerima manfaatnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News